dijual sebidang tanah seluas 504m ukuran 14 x 36 buka harga 95juta, nego
lokasi : jl. R.E. Martadinata Gg. Pala 1 Pontianak Kalimantan Barat
lokasi bagus, aman, tidak banjir, lokasi gang luas, jalan cor beton
10 menit dari pusat kota
tanpa perantara
kalau berminat PM ya...
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
sebuah drama korea yang mencuri perhatian saya untuk dijadikan penghibur kala senggang
Coffee Prince tergerak ingin menonton karena judulnya mengandung unsur 'coffee' (sesuatu yang begitu sulit dipisahkan dari saya)
bagaimana jika seorang perempuan bisa begitu bekerja keras demi keluarganya. bagaimana jika seorang perempuan menyembunyikan identitas gendernya demi mendapatkan sebuah pekerjaan yang ia sukai? barista kopi. bagaimana jika kemudian ia jatuh hati pada bossnya ini (yang mengira dia lelaki) dan juga jatuh hati pada sepupu bossnya (yang mengetahui bahwa dia adalah perempuan)
ceritanya cukup menghibur. tentu saja membuat saya menunggu kelanjutan setiap episode. cuma ya di plat dvd episode 6 nggak bisa disetel. dengan pesan 'err disc' di layar kaca.
sore ini mau mengembalikan 3 plat dvd itu dengan episode selanjutnya.
sudah lama rasanya tidak nonton yang seperti ini. Soundtracknya juga lumayan menyenangkan. terutama untuk lagu 'Fly me to the moon' dengan intro yang ciamik dibawain sama Julie London.
"Fly me to the moon And let me play among the stars Let me see what Spring is like On Jupiter and Mars In other words, hold my hand In other words, darling kiss me"
eh ada juga lagu take that - back for good.hihihi
jadi imagine lagi....'punya rumah kopi nan cozy'
  | Category: | Movies | | Genre: | Comedy |
mengejar mas-mas
finale setelah mengejar jadwal ini itu, saya dan bella duduk di deretan c, mengejar mas-mas. berbekal minuman dan corn kami pun fokus. awalnya sedih amat ni film. kemudian saya merasa salah pilih film buat bella.
ini soal mau kawin lagi! harrrrrrrrrrrrhhh... mana tahu ceritanya begitu. saya diem aja pas shanaz ribut sama nyokapnya yang dia bilang 'pelacur' dan pacar nyokapnya yang dia bilang 'germo botak'
shanaz (poppy sovia) kabur ke jogja menyusul sang pacar yang lagi mendaki gunung. kemudian ktemu lah sama 'ibu dosen padahal pecun' yang diperankan dinna olivia sebagai ningsih alias norma dan dwi sasono sbagai parno.
shanaz 'si mbak turis' dah tlanjur nyemplung buat numpang hidup sama ningsih yang adalah norma karena shanaz di kejar penjahat di gang pecun. maka selamatlah ia di tangan ningsih yang baik hati.
lalu shanaz ketemu parno yang adalah mantan pacar 4 jamnya ningsih. 3 jam pacaran kemudian 1 jam lagi ningsih ngasi tau kalau dia pecun. maka putuslah mereka.
'saya parno' 'parno sama siapa lo?' hehhehee
bla bla bla..intrikusik bla bla bla.
akhirnya 'ibu dosennya' norma terkuak sebagai ningsih 'pecun'.
acara lari dikejar dan dirajam massa dina ollivia dan rekannya (siapa namanya? saya lupa) mengingatkan saya aksi kejar-kejaran antara polisi dan 'iis maduma dan kakaknya' (mendadak dangdut) lagu mars pembantu (kalo gak salah) mendadak dangdut juga dipake ngamen di film ini. pemeran cowoknya kalo di mendadak dangdut sebagai pemain organ tunggal nah kalo di mengejar mas-mas sebagai pengamen dengan gitarnya.
kok ya filmnya sebelas duabelas? beberapa bintangnya juga dia lagi eh dia lagi. tapi film konyol ini cukup menghibur..walau saya bosan.
yang bikin saya menonton film ini adalah - studio pada penuh - penulis ceritanya monty tiwa - aktingnya dinna olivia
but it's okay..cukup menghibur walau kurang oke. duit tidak bisa dikembalikan. yang diminum sudah dibuang pipis begitu keluar dari studio.
mari pulang...
tambah bosen dan bete kalo ingat helm sembalap hijau kesayangan yang baru dibeli awal bulan lalu dizalimi maling di parkiran saat membeli tiket di sore hari. i've lost my rupiahs, 150 IDR .. masih huntung nonton kali ini ditraktir bella. dan masih boleh tersenyum karena besok paginya saya ikut survey simpatisan pilkada. lumayan duitnya.   | Category: | Music | | Genre: | Alternative Rock | | Artist: | Orson |
(opening tune) Malam ini kita ketemu sama sebuah band yang katanya sih paling bagus di pertengahan tahun 2006 ini, band yang berasal dari Hollywood, California bernama ORSON.
Sebuah band yang memainkan musik yang disebut sama penyanyinya adalah musik yang terdiri dari dua permainan gitar sederhana dengan power-pop, atau kalau boleh dibilang adalah sebuah musik simpel yang bisa mengajak para perempuan untuk dancing and tring ting ting hahaha. It’s all bout rock and roll life gitu deh.
Lagu pertama Orson yang dirilis untuk publik adalah sebuah lagu catchy berjudul No Tomorrow, sebuah lagu yang paling banyak di download di iTunes Single Of The Week dalam catatan Apple. Kita bakal dengar No Tomorrow di akhir Fotis Mini nanti.
(song 1 : Happiness) Ketika Radio 1 memainkan lagu Orson, No Tomorrow dan mengelu-elukan Orson sebagai band yang paling diminati setelah The Rolling Stones dan Scissor Sisters.. woohoo..gila aja ya bisa hebat sampai segitunya, Scissor Sisters masih mending, ini The Rolling Stone..dahsyat! Majalah musik dengan penjualan gila-gilaan yaitu Q, mengurutkan single No Tomorrow sebagai salah satu lagu top 50 downloads pada bulan Desember 2005 dan menggambarkan single No Tomorrow ini sebagai lagu yang akan digilai dalam waktu lama. Tapi kalau mendengar single No Tomorrow, rasa-rasanya kita memang bisa berucap sedemikian rupa. Dan ketika Orson menggencarkan pertunjukan live mereka pertama kali di UK, tepatnya di In The City, Manchester, Orson langsung sign kontrak dengan perusahaan rekaman, Universal dan berhasil merilis sebuah album yang diberi judul Bright Idea.
(song 1 : Bright Idea) Paul Rees selaku editor Q memberikan empati pada Orson. Menurutnya Orson bisa menjadi sebuah band yang bisa mencuri perhatian pendengar dan membuat para pendengar itu seperti sit up karena Orson menulis lagu yang bagus. Bener juga ya Bujang Dare, banyak sekali band maupun penyanyi yang bisa nulis lagu tapi belum tentu bagus. Lebih jauh mengenai Orson, band ini terbentuk sekitar tahun 2000 yang diperkuat oleh Jason Pebworth sebagai vokalis dan seorang pemain gitar bernama George Astasio. Anggota lainnya ada Kevin Roentgen, juga pemain gitar, pemain bass mereka bernama Johny Bentjen dan Christopher Cano sebagai pemain drums.
(song 2 : Downtown) Orson, grup ini mengambil nama dari seorang legenda dari Hollywood bernama Orson Welles. Orson Welles ini tidak lain adalah sutradara film Amerika yang terkenal di era 40 – 50 an. Filmnya yang sempat mendunia adalah Citizen Kane. Ada dua alasan kenapa mereka menggunakan nama Orson? Pertama, mereka ini sangat mengagumi sosok Orson Welles yang hebat. Menurut Jason, Orson Welles ini orang hebat yang nggak konvensional tapi bisa memberikan karya yang luar biasa namun membuat banyak orang tidak menyukai karya seninya sampai sekarang ini. Alasan keduanya apa?? Bujang Dare bakal tahu setelah lagu berikut….
(song 3 : Already Over) Alasan kedua kenapa mereka memakai nama Orson karena selain sosok Orson Welles, mereka pernah melihat nama sandwich dan menurut mereka itu nama yang cool. Saat itu anak-anak Orson ini berada di sebuah coffee shop kecil di Hollywood dan di situ ada daftar nama-nama sandwich : the Greta Garbo, the Clark Gable, the Orson Welles. Itu yang membuat mereka mikir……wow..nama ini keren dan familiar juga. Mau tahu isi sandwich Orson Welles itu ada apa aja? Gouda cheese dan acar, dan nggak satupun dari anak-anak Orson memesan sandwich itu. Ck,,,curang ya..but it’s Ok..nama itu sudah menginspirasi sekali buat Orson.
(song 4 : Last Night) Orson juga punya sejarah penting. Menurut Jason, mereka agak lucu dengan kenyataan bahwa mereka ini adalah band yang besar di Hollywood. Banyak sekali band dari Hollywood bertebaran dan tidak satupun dari band-band itu memiliki ciri khas sebagai band yang berasal dari Hollywood. Jason sangat mencintai mistik dari kota Hollywood. Itulah makanya kenapa anak-anak Orson suka memakai hat (sejenis topi koboi) kemanapun mereka pergi, sebagai penghormatan kepada the Old Hollywood.
Jason Pebworth ini setali tiga uang juga dengan Orson Welles, tepatnya sebagai orang yang tidak konfesional. Sebelum bergabung dengan Orson, Jason Pebworth ini adalah penyanyi teater dan sempat menjadi bagian dari drama Phantom Of The Opera. Jason menulis lagu-lagunya dengan piano. Ia sama sekali tidak pernah bermain gitar walaupun ia sering berharap bisa untuk melakukannya karena ia yakin bisa. Menurut Jason, bermain gitar itu lebih Rock and Roll. Karena tumbuh besar di Texas, Jason lebih banyak menyerap musik soft rock seperti Hall & Oates, The Dobbie Brothers, juga Steely Dan. Album pertama yang ia beli adalah albumnya Queen yang berjudul The Game. Bagi Jason album itu bermain post punk dan disko yang dahsyat. Memasuki perguruan tinggi, Jason terinspirasi dengan Nirvana, inilah yang membuatnya ingin punya band sendiri dan terobsesi dengan Juff Buckley serta album Radiohead, Ok Computer. Namun sekarang, secara band, Orson lebih mendekati Led Zeppelin, Flaming Lips, Beck, Bjork, and he’s a huge ELO fan. Jason lebih banyak mencuri kepintaran orang-orang yang pernah menulis lagu-lagu yang hebat.
(song 5 : So Ahead Of Me) Kira-kira seperti apa sih musik Orson itu? Bisa jadi sound gitar yang mereka mainkan lebih nge-rock, namun mereka dapat membuat suara rhythm yang terdengar memiliki sentuhan R&B. Ketika mendengarkan Led Zeppelin, secara keseluruhan mereka sangat rockin’, membuat pendengarnya ingin bergoyang. Begitu jugalah tujuan Orson sebenarnya. Sesuatu yang hebat jika melihat orang-orang bergoyang di rock and roll show, dan jika sebuah musik sudah bisa mengajak para perempuan untuk bisa menerima musik mereka, so guys will follow…
Lagu-lagu Orson adalah lagu mengenai perempuan, tentang jatuh cinta atau jatuh karena putus cinta. Mereka menuliskan hal-hal yang sangat penting, ini semua berasal dari buku harian Jason mengenai kehidupannya. Bisa jadi Jason pernah mengalami hal yang paling menyedihkan dan menyakitkan dari sekedar lirik. Yang paling menarik, the best stuff, the funniest line, semua berasal dari masa-masa patah hati. Bagi Jason, Elvis Costello adalah seorang penulis lirik terbaik karena Costello bisa membuat sesuatu yang sangat lucu yang berasal dari peristiwa tragis.
Sebuah kenyataan adalah Orson juga punya lagu mellow di album Bright Idea yang berjudul Look Around
(song 6 : Look Around) No Tomorrow adalah sebuah lagu yang mempunyai cerita yang kalau dilihat versi akhirnya sih bakal menyedihkan. Lagu ini mengenai Jason yang saat itu pertama kalinya pindah ke LA. Ia bertemu dengan seorang perempuan dan si perempuan itu bilang kalau sudah berhenti minum. Jason sangat tergila-gila padanya dan merasa bahwa perempuan itu juga benar-benar jatuh cinta padanya. Ketika mereka pergi ke suatu acara dan menggila, Jason mengajak pulang dan nggak mau bikin yang macam-macam di sana. Tapi semua teman perempuan itu ada di sana dan semua menjadi sia-sia. Jason dan pacarnya minum banyak sekali Red Bull dan terlihat tolol. Kemudia mereka menyadari bahwa sudah tidak ada apa-apa lagi di antara mereka. Pagi harinya mereka putus. Dari situlah tercipta No Tomorrow. Besok sudah tidak ada…Cuma gara-gara si perempuan tadi sangat tidak konsisten dengan pilihannya untuk berhenti minum.
(song 7 : Last Night) Jason mengingat filosofi mengenai seorang perempuan dalam No Tomorrow. Ternyata ia bisa mendapatkan sebuah lagu bagus dari peristiwa itu.
Eh iya, perlu Bujang Dare ketahui, walaupun Orson berasal dari California, tapi Orson ini bergabung dengan label Mercury yang berbasis di Inggris. Menurut kabar, kelima anggota Orson memiliki tanggal ulang tahun yang sama, yaitu 4 Juli 1977. entah kebetulan atau apa yang pasti mereka sudah pernah mencetak sebuah kehebatan dengan lagu yang paling banyak di download via iTunes.
Untuk Orson, paling tidak saya memilih untuk Bright Idea, Downtown yang asik, Look Around karena satu-satunya lagu mellow dari mereka dan tentu saja heroin saya untuk saat ini No Tomorrow. So catchy..oahhemm..hell yes! Silakan sambut single pertama yang berhasil masuk di Volare Number One Sound dan lumayan lama bertahan.(:didjerama)
(song 8 : No Tomorrow)
  | Category: | Music | | Genre: | Pop | | Artist: | La Luna |
"Terkadang kita bersandiwara seolah bahagia, dalam tawa yang panjang harap duka hilang"
Laluna. Okay. walaupun sekarang banyak bermunculan grup musik nuansa tahun dulu sekian, tapi gue bilang la luna tetap punya ciri khas yang kita tuh langsung tau kalau ini lagunya la luna. pertama dari karakter vokalnya Manik, dan kedua dari musik mereka yang gue rasa ritmenya ya begitu-begitu aja. La Luna ya begitu-begitu aja, nggak ada yang spesial, selain gue tambah suka sama mereka. ya kalau mereka bikin nuansa yang luar biasa artinya mereka kehilangan ciri khas La Luna, dan belum tentu smua orang bisa menerima itu. Coba dengerin hits yang mereka jadikan single, dari penggalan kisah lama, impian, selepas kau pergi, terpanah asmara yang nuansanya selalu asik. Mereka selalu pintar membawa kita ngerasa seperti berada di bawah langit dengan pancaran sinar bulan dan kalau riang emang bener2 ngebawa kita ke alam riang.
Untuk album Indah Pada Waktunya menghadirkan single andalan Tiada Yang Abadi yang udah mencuri pendengaran gue yang akhirnya memutuskan untuk beli album ini. Selain itu karena gue sering dapat log buat nyetel spot promonya La Luna juga pas siaran. Dan nggak nyesel, selama seminggu gue dengerin album ini terus tanpa bikin gue eneg. Asiknya lagi, album ini dikemas beda. Setiap mau mulai lagu-lagu baru pada album ini, selalu disuguhi dulu dengan penggalan lagu-lagu lamanya La Luna yang dinyanyikan oleh orang-orang yang nggak biasa pula.
Album ini dibuka dengan:
Track 1. Di sini Untukmu Lagu pembukanya adalah Selepas Kau Pergi dari album Menanti Pagi, yang dinyanyikan oleh The La Lunis. Di Sini Untukmu bernuansa riang. Ceritanya seseorang ditinggalin orang yang disayangin tuh nggak boleh sedih, karena ada yang lain yang nyata-nyata menunggu dan sangat sayang sama dia. Nuansa riangnya gue suka aja.
Track 2. Tiada Yang Abadi Dibuka dengan lagu Berpisah di album Menanti Pagi, yang dibawain oleh Alvin 'Harapan Jaya' Cerita sepi yang selalu datang bila malam tiba, karena semua udah sirna dalam sekejap. Intinya nggak ada yang abadi. Lagu ini juga bikin kita ngerasa sepi.
Track 3. Tetap Setia Diawali lagu Cemburu dari album Penggalan Kisah Lama yang dinyanyikan oleh Viktor A.M. Gue rasa sih, pembagian suara mulut di opening song ini sedikit mengganggu. Lagunya sendiri bercerita, ada yang berubah dan berganti, tapi yang namanya setia tetap aja selalu menunggu di siang dan malam. Masih dengan nuansa riangnya La Luna.
Track 4. Sebelum Senja Ada lagu Penggalan Kisah Lama yang diambil dari album berjudul sama. Kali ini dihadirkan oleh suaranya Tetty Kadi dengan nuansa seperti abis keluar dari mobil terus menuju bandara. Di lagu ini ada kalimat yang gue suka. Terkadang kita bersandiwara seolah bahagia, dalam tawa yang panjang harap duka hilang. Tetap dengan keriangan yang dihadirkan oleh La Luna.
Track 5. Satu Yang Ku Mau Ada Terry yang nyanyiin lagu pembuka, yaitu Terpanah Asmara dari album Menanti Pagi. Lagu ini nuansanya lembut, selembut usaha buat jadi kekasih seseorang yang diinginkan. hehe
Track 6. Kau Tak Sendiri Uci 'Kubik' menyanyikan penggalan lagu Pagi dari album Penggalan Kisah Lama. Disambung dengan keriangan La Luna dalam memandang hidup yang selalu ada senang dan duka. Tapi ternyata manusia nggak pernah sendirian, selalu ada yang lain untuk merasakan bersama. Intinya ya nggak boleh larut dalam sedih. Gue rasa ini lagu penyemangat generasi muda yang terkadang galau dan gamang?!
Track 7. Mendamba Kilaumu Dibuka sama lagu Pujaan Hati masih dari album Penggalan Kisah Lama yang dinyanyikan oleh Anak Jalanan Asuhan Harry Roesli Foundation Keriangan yang dihadirkan oleh anak jalanan ternyata nggak sepihak sama La Luna yang menghadirkan nuansa mellow lagu ini. Nuansa dulu-dulunya di lagu ini kerasa banget. Ada suara Clarinet Synthe serta sample bunya 'jangkrik' Liriknya sedih, seperti..Mengagumimu sungguh menyakitkanku karena beribu langit mendamba kilaumu, Merindumu sungguh menyakitkanku karena tak hanya aku yang mengharapkanmu. Jadi kalau secara lirik nih, orang yang di damba itu cakep banget kali yah? berkilau sepertinya.
Track 8. Tak Seindah Dulu Damn. Lagu ini bisa bikin rusak kaset yang gue beli. Waktu itukan gue gak nemu CD nya. Kenapa bisa bikin rusak? karena lagu ini yang bolak balik gue denger. Mau lagu pembuka maupun lagu track 8 ini bener2 mencuri pendengaran gue. Dibuka dengan lagu Kau Temanku dari album Penggalan Kisah Lama. Dinyanyikan oleh Kiki Chan 'Olive Three' yang vokalnya gue suka dong deh, apalagi dengan nuansa loops sepertinya (iya nggak si?). Tapi beda dengan lagu Tak Seindah Dulu yang ternyata lebih dinuansai dengan brass section (Saxophone,trombone,trumpet). Jadi lagu ini kaya dengan bebunyian. Cerita yang sedih tentang orang-orang yang nggak seperti dulu lagi. Sedihlah pokoknya menurut gue (pengalaman pribadi nih, ti?)
Track 9. Sejuta Harap Dibuka dengan lagu Impian dari album Dua Musim, kali ini dinyanyikan oleh Abay 'Silver string' dan Goby 'Space Astronouts' perpaduan vokal mereka berdua gue suka. Mungkin next tyme boleh nyanyi berdua? hehe Kembali diiringi sample suara 'jangkrik' untuk lagu yang penuh harap ini. Udah pasti nuansanya sedih. Suaranya Manik emang kayaknya berharap banget di lagu ini, diiringi gitar dan suara cello. Dan kau terdiam menatapku tanpa belas, tanpa hati, tanpa hati. Gue suka sama kalimat ini di mana kata belas tidak harus dilanjutkan dengan kasih menjadi belas kasih. Pinter!
Track 10. Senyum Pagi Ini Uja 'Dub Deluxe' membuka lagu ini dengan Menanti Pagi dari album berjudul sama. Kembali menghadirkan keriangan La Luna. Tapi sebenarnya ini bukan lagu berlirik riang menurut gue. Bisa jadi besok hari udah nggak ada pertemuan lagi. Seperti juga judul lagu di track 2 yaitu Tiada Yang Abadi. Kalau misalnya besok udah nggak ketemu lagi, maka hari ini akan diberikan senyum yang terbaik. Dilengkapi dengan choir anak-anak masih dari Anak Jalanan asuhan Harry Roesli Foundation yang ber la..la..la..la riang.
Album ini bener-bener diakhiri dengan La..la..la..la..tapi dengan nuansa yang nggak jelas, entah nuansa sedih, nuansa ngantuk atau apa? tapi gue suka album ini.
Dengerin La Luna, vokalnya Manik suka membawa gue ke alam film anak-anak penuh dengan pesan. Menurut gue suaranya Manik itu unik loh. Suaranya tinggi ya padahal, tapi dia ngebawain dengan lempeng aja gak ada beban. Tentunya juga di dukung oleh Uti, Erwin, dan Boyan yang tetap konsisten pada musik La Luna yang begini-begini aja. Ya kalau nggak begini, bukan La Luna dong. Dengerin album 'Indah Pada Waktunya'ini bikin gue ngecek lagi lagu-lagu lamanya La Luna, bahkan pengen beli. Misalnya aja gue suka sama lagu Kau Temanku, tapi gue gak dapetin albumnya. But, ntar setelah hujan reda gue mau ngecek toko kaset di dekat hotel santika itu..dulu gue pernah liat masih ada stock :) Well..dari dulu gue suka La Luna, cuma gak terlalu mengikuti jadi gue nggak mengoleksi album mereka. Buat sekarang, gue bilang gak rugi lah beli album ini.   | Category: | Music | | Genre: | Pop | | Artist: | Astrid |
Sebuah film yang gue tonton yang dirasa-rasa sangat spesial adalah.Mirror. Kalau orang banyak bilang cerita film ini biasa aja, sedikit banyak gue setuju. Cuma..gue masih tetap menjadikan film ini had a good something special. Dan mungkin gue juga nggak bakalan lupa entah sampai kapan. Banyak yang bisa gue ingat dari sini dan kemudian tiba-tiba saja menghilang tanpa bekas.
Yang nggak hilang cuma beberapa lagu yang gue dapat di film ini. Soundtracknya bagus. Kalau belakangan sebuah film dengan soundtrack rame-rame membludak dalam satu album. Tapi kali ini..cuma seorang penyanyi cewek. Terus terang gue sudah mulai bosan dengan melly, apalagi di duetnya bareng ari lasso di ost. apa artinya cinta kemarin, awalnya gue bilang bagus, tapi ditengah-tengah gue mulai eneg dengerinnya.dan gue juga tidak menonton filmnya.
Mirror. Kenapa gue mau nonton? ada dua alasan..gue diajak nonton secara dadakan, dan satu lagi karena gue suka lagu yang ada di film itu. Awalnya gue cuma tahu 'cinta itu'. Bersukur akhirnya lagu ini juga nembus chart secara tidak biasa, hasil dari seorang penyiar rebel yang gue acungin jempol.
Cinta itu.. Sudah tau, lagu ini dibawain sama Astrid. Masih ingat, Astrid? Astrid 'ratu cahaya'? iya itu dia. Berhubung ini film Mirror, muncul sebuah pemikiran.. 'kok sperti spesialis penyanyi film serem sih dia?' tentu aja kita ingat, 'Ratu Cahaya' di tusuk jelangkung. Turah!
Dengerin lagu ini, karakter Astrid nggak perlu dipertanyakan lagi. Dia sudah punya dari dulu dan gak perlu dicari-cari kembali. Nggak ada yang hilang. Lagu yang diciptakan oleh Dian Hp dan Made G. Putrawan ini bikin gue teriak gembira mencontoh backstreets back alright dengan versi..'horeeeeeeeeeeee..Astrid is back! alright' Nuansa sampling dan loops nya kedengaran banget.
Gue paling jarang beli album penyanyi cewek Indonesia (yg bukan band). Kalau begitu-begitu aja, ngapain dibeli coba.Terakhir gue beli ya tere sih. Akhir minggu tadi gue liat ini di rak m studio. Gak pikir panjang, gue mesti beli. Gue belum dapat cd-nya karena yg jual di sini baru kaset doang. Untuk album self title Astrid ini, ada 4 lagu yang masuk sebagai Soundtrack Mirror. Cinta itu, Ku mau kau selamanya (feat.Andy /rif), perpisahan, dan cahaya cinta. Yang lainnya cukup terikat juga dalam benang merah album ini..pop yang gloomy dibalut sampling & loops. Vokal Astrid yang sopran bikin kerasa banget tentang gloomy cerita lagunya. Dark pop, maybe. Astrid memang punya vokal yang unik, dijejali dengan nada-nada minor makin tambah catchy pastinya. Kalau ada yang bilang dia mirip 'Bjork' gue rasa itu cuma influnce bagi Astrid. Sama dengan penyanyi luar itu wajar, asal jangan sama dengan penyanyi lokal hehehe. Di side A, gue belum merasa ditendang sama lagu-lagunya. Masih rada datar belum mencuatkan emosi. Tapi makin ke ujung baru bisa gue rasain kesedihan album ini dalam sebuah depressed. Ada dua lagu yang sangat gue suka dari album ini. Cahaya Cinta yang diciptakan Rieka Roslan serta Kosong yang diciptain UQ. Dihiasi distorsi gitar, sampling dan loops makin terasa dark dong. Kedua lagu ini sperti mengingatkan gue akan evanescences. menurut lu? Untuk Cahaya Cinta, dari nuansa trip hop di interlude tiba-tiba berubah jadi goth metal di reffrain. Di lagu Kucinta Dia yang diciptain Dewiq ya emang kerasa Dewiq banget. Tapi yang goth metal segera dilanjutkan dengan lagu terakhir di album Astrid, yaitu 'Kosong' yang membuat gue tidak ingin album ini berakhir dengan kosong sampai di sini. Damn, gue tunggu cd nya supaya pita kaset gue gak kusut. Walau semakin ke ujung nuansa musik jadi goth metal, tapi vokal Astrid tetap terjaga goth pop.Tidak ada teriakan seperti Going Under-nya Amy Lee. Jadi, kalau manusia model seperti gue, kayaknya nggak rugi beli album ini. Sekarang 'Cinta Itu' sedang jadi nomor satu di chart Indonesia 10. Gue acungkan jempol mengingat lagu ini masuk secara rebel penyiarnya. hehe. Then, gue bakal bawa Astrid menuju Fokus Artis Mingguan. Thanks buat Dom yang udah memperkenalkan gue kepada Astrid n' management. Hihii..gue gak berani nanya kalau nggak dikenalin duluan sama lu, man! makasih ya..gue dah dapat dengan segera semua materinya. Sukses buat Astrid, dan Rani..twenks ya.. and she's become fotis mini next week in the radio.
Selain untuk soundtrack Mirror, gue yakin lagu-lagu yang ada dialbum ini bisa jadi juga merupakan soundtrack of your life too! Apalagi bagi mereka yang galau dan gloomy..(bused..gue sedih kalau dengerin ini terus)
ps. Banyak yang bisa gue ingat dari sini, dan kemudian tiba-tiba saja telah menghilang tanpa bekas. (ingin kuakhiri pahitnya misteri)  | Category: | Music | | Genre: | Folk | | Artist: | Sajama Cut - Fotis Mini 17 Oktober 2005 |
Host : Sissy Iristya SW : Tiara Amalia Artist: Sajama Cut
Halo BD welcomback..welcomback.. Seperti biasa yaa..setiap senin malam selama sejam dari 9 sekarang sampe 10 nanti Sissy Iristya bakal temani BD di FOTIS MINI yang artinya!!!!!!!!!!!!! Udah pada taulah ya…Fokus Artis Minggu Ini… Untuk edisi 17 Oktober 2005 ini FOTIS MINI kita adalah…SAJAMA CUT Sorry yaa ngebahasnya rada telat nii..abisnya artis yang mau jadi FOTIS MINI ngantri banget.. Ya walaupun dah keluar dari chart yang pasti SAJAMA CUT pernah nongkrong di posisi tertinggi di runner up di Indonesia 10.
Scene 1 Siapa sihh Sajama Cut?? BD perlu tau dulu ni..band folk-rock stylish asal Jakarta ini dikawal oleh Marcel Thee (Vokal, Gitar), Aldy Waani (Gitar), Mario Leman (Bass), Andry Bhakti Ruay (Drum), dan Budi Marcukhunda (Kibord). Nah kalo BD udah nonton Janji Joni dan udah denger original soundtracknya, BD pasti tau sama lagu Less Afraid yang katanya siihh..mulai dari situlah SAJAMA CUT mulai disebut-sebut. Sebelum kita sebut-sebut lebih jauh lagi, mending dengerin lagunya dulu niii…
Scene 2 Secara history nih, sejak akhir 2004 lalu, band asal Jakarta ini memang berganti formasi. Personel awal dengan formasi Marcel Thee (gitar, vokal), Renny Putri (bass), Aldy Waani (gitar), Beta W. (drum), Sajama Cut bereksperimen lewat album perdananya bertajuk Apologia tahun 2002 dibawah label IDIOTIC999. Sayang album tersebut kurang meledak di pasaran. Kegagalan ini sempat membuat para personel ciut semangat. Masing-masing dari mereka memutuskan untuk "berkelana" hingga mendapatkan sense musik. Salah satunya adalah Marcel, sang vokalis yang rela terbang ke Australia untuk memperdalam studi musiknya.
Personel yang tersisa akhirnya merekrut Mario Pramata Leman sebagai pembetot bass, Aldy Waani pengulik gitar, Andry Ruay sebagai penggebuk drum, dan Budi Marchukunda mengisi posisi kibordis. Dengan formasi ini, mereka lantas mulai menggubah aransemen lagu, menyesuaikan ide, dan langsung masuk studio rekaman. Hasilnya adalah sebelas lagu bernuansa folk-rock, dengan influence band-band seperti R.E.M, Gram Parsons, Hank Williams, Bright eyes, The Fall, Flamming Lips, dan Guided by Voices.
Mengenai pergantian personil ini sama sekali nggak ada kesulitan bagi Marcel. Soalnya Marcel udah bisa langsung click dengan mereka. Chemistry-nya langsung dapet. Udah solid gitu lah.. Terkait dengan proses rekaman The Osaka Journals yang memakan waktu hampir setahun itu, menurut Marcel Sajama Cut adalah orang yang sangat perfeksionis! Jadi menginginkan hasil yang sempurna juga.
Scene 3
Pada 11 September 2005, SAJAMA CUT merilis album pertama mereka; THE OSAKA JOURNALS di bawah label UNIVERSAL MUSIC INDONESIA. Rekaman berisi sebelas lagu ini mengedepankan FALLEN JAPANESE; yang mewakili musik SAJAMA CUT secara keseluruhan; sebagai single pertamanya. THE OSAKA JOURNALS dirilis dalam bentuk ENCHANCED CD dan MC (kaset).
The Osaka Journals menawarkan musik rock dengan influence folk dari band-band seperti; R.E.M, the Fall, Gram Parsons, dan Guided by Voices. Single pertama dari album ini adalah Fallen Japanese, yang dengan refrain choir dan melodinya yang catchy, adalah representasi yang tepat dari keseluruhan musik yang dibawakan oleh Sajama Cut, dan terlebihnya, The Osaka Journals. 11 Lagu di The Osaka Journals antara lain adalah, Alibi, Scarlett, It was Kyoto’ Where I Died, Less Afraid, dan Season Finale.
Scene 4 The Osaka Journals memang oleh label mayor Universal Musik Indonesia. Walaupun demikian, Marcel mewanti-wanti ni BD, kalau tidak ada campur tangan label soal musik atau lirik Sajama Cut. Semua lagu dihandle sendiri sama Sajama Cut. Mereka sign-in ke label, supaya distribusinya lebih luas. Band mana sih yang nggak ingin musiknya didengerin orang banyak? Bener juga tuuuhh..dan belakangan emang banyak artis atau band indie yang mempercayakan Universal untuk mendistribusikan album mereka.
Mungkin BD bertanya-tanya ni ya, kenapa di kasi judul The Osaka Journal? Ternyata judul album itu, diambil dari buku jurnal Marcel. Marcel punya buku jurnal, yang berisi pengalaman perjalanan dia ke berbagai tempat, termasuk Jepang. Nah, kenapa malah Osaka yang dipilih?? sebenernya nggak ada alasan khusus juga sih BD. Supaya terdengar catchy aja menurut Marcel
Scene 5
Bila dicermati, baik artwork kover yang bergambar seorang wanita berkimono, judul lagu, maupun lirik, sebagian besar bercerita tentang Jepang. Alasannya sangat simple, karena para personel Sajama Cut memang tergila-gila dengan negara Jepang. Anak-anak Sajama Cut memang suka kebudayaan, mentalitas, etnis, serta kreativitas negara Jepang. Karena itu, rasanya memang lebih mudah untuk mengintepretasikan segala sesuatu tentang Jepang. Lebih mengalir dan lebih lepas. Simak saja judul-judul seperti It Was Kyoto, Where I Died, Take Care’ Inamorata, Season Finale, Idol Semen, hingga Fallen Japanese, yang dijadikan single pertama.
Soal lirik, band yang namanya diambil dari sebuah novel thriller ini mereka mengaku menggarapnya secara serius. Lirik Sajama Cut itu straight to the point. Sebisa mungkin mereka menghindari gimmick, lirik yang bercanda atau cinta yang terlalu kental. Wuah..pantesan kedengeran asik banget..soalnya nggak terlalu biasa gitu.
Sebagian besar temanya, lanjut Marcel, justru menyoroti hal-hal yang nyaris tak disentuh oleh band mainstream kebanyakan. Yaitu perasaan ingin mati, paranoia, depresif, keputusasaan, hingga seksualitas. Semua itu diracik dalam kata-kata metafor yang puitis dan melodramatic. Denger-denger sih waktu menulisnya, Marcel benar-benar merasakan hal itu. Wow..
Scene 6 Ngomong soal lirik nih ya, Apa Sajama Cut nggak takut ya kalo nantinya akan berdampak negatif pada pendengar mereka? Ternyata jawabnya adalah nggak. Menurut mereka remaja sekarang lebih pintar. Mereka sudah bisa berpikir. Nggak mungkin lah setelah dengerin musik Sajama Cut terus ingin bunuh diri. Konyol aja kaleee Yang absurd lagi ni BD, adalah lagu bertajuk Idol Semen. Tembang tersebut bercerita tentang bintang film porno asal Jepang. Seperti Rin Tomosaki, Nana Sakura, Akira Watase, hingga Miruku Ichigo. Bocorannya adalah….anak-anak Sajama Cut memang suka nonton film porno. He-he-he. Marcel aja suka sama aktor porno Naka Kato. Doh..siapa tuh ya..soale penulis skrip tak biasa nonton film porno niii..bawaannya jadi parno..heheh
Untuk album The Osaka Journals ini, total sebelas lagu hanya satu yang menggunakan lirik Indonesia. Marcel berterus terang, katanya dia lebih ekspresif saat menulis dan menyanyikan lagu dalam bahasa Inggris. Tapi, tenang aja, mereka juga berusaha kok nanti di album kedua nanti, mungkin lebih banyak content Indonesianya. Amien deh kalo gitu..soalnya kesian sama orang-orang yang kurang paham sama bahasa Inggris.
Scene 7
Melihat penampilan para personel Sajama Cut, siapapun pasti setuju bahwa mereka punya tampang goodlooking. Apalagi, penampilannya yang semi modern, prepy, dandy, dan stylish. Selalu terlihat rapi, lengkap dengan jas, dasi, vest, vintage shirts, hingga chic jacket. Dooohhh..coba deh liat..mereka handsome..ya bener goodlooking..arrghhh jadi ngiler nii..(tenang..tenang..besok wawancara!)
Untuk penampilan, memang selalu dijaga betul sama personil Sajama Cut. Mereka nggak ingin tampil seadanya. Ya bagus donk..soalnya visual band itu penting. Kenapa? Ya karena dapat menterjemahkan lagu. Serta intrepretasi dari musik yang dimainkan. Jadi itung-itung penonton tahu arah bandnya dibawa kemana. Ini mereka jadikan sisi strongpoint, karena itu terus di enhanced sama mereka. Marcel sendiri, mengaku terinspirasi dengan college looks, dandanan mahasiswa di Eropa.
Begitu pentingnya masalah wardrobe ini, hingga ketika akan tampil pun musti dirapatkan dulu. Jadi harus ada koordinasi dari semua personil. Kayak gini keren, atau nggak. Kalau ada yang terlalu berlebihan, mereka bakal saling kasih masukan. Mereka selalu berdiskusi tentang wardrobe apa yang keren. Wow..pantes aja setiap liat mereka tampil selalu keren.
Bahkan, nggak jarang mereka memberi bocoran tentang tempat-tempat yang menjual wardrobe yang bagus. Mereka belinya di internet, butik, sampai nitip temen atau saudara yang lagi ke luar negeri. Dan biasanya Sajama Cut lebih suka barang-barang vintage.
Scene 8
103.4 Fm, BD kali ini kita bahas lagu-lagunya Sajama Cut..tentu aja BD mesti tau niii..lagu opening Season Finale yang merupakan lagu terfavoritnya si scriptwriter, berdurasi hanya sekitar 2.5 menit. Lagu ini memiliki melodi pop abstrak, dengan refferain yang cukup depresif, seperti “some days I feel like we’re all dying,”.
Sementara lagu kedua, Fallen Japanese bernuansa ala choir dan cukup catchy. Mungkin, reff-nya yang sangat sing-a-long, menjadi alasan mengapa lagu ini dipilih menjadi single pertama.
Untuk Alibi, terasa begitu melankolis dan menyentuh. Seperti menonton film drama, dengan ending yang sangat menyakitkan. Untuk merasakannya, kita tak harus memahami liriknya. Petikan gitar, serta cara bernyanyi Marcel sudah merepresntasikan semuanya. Scarlett (Paramour), Fin, dan Nemesis/Murder memiliki nuansa country, dibawakan dengan medium beat. Namun, titik klimaks dalam album ini justru terasa ketika mendengarkan It Was Kyoto, Where I Died. Lirik yang sangat memorable, dan musik yang catchy serasa merepresentasikan keseluruhan album Osaka Journals ini.
Sayangnya, Lagu Tema yang dinyanyikan Marcel menggunakan bahasa Indonesia, justru terasa aneh. Sentuhan dark, dan dramatis yang ingin dicapai, malah tidak tersentuh. Scene 9 Meskipun mempunyai corak yang beda, warna lagu Jepang pada Osaka Journal tetap terkemas dengan baik. Ada juga yang menamai mereka dengan aliran Japanese brit pop. Itu karena gaya permainan alatnya yang cenderung nyantai didukung riff-riff gitar yang mellow sukes membangun feel corak musik asal negeri OASIS tersebut. Dan menurut pendapat yang berbeda ini yah BD katanya bisa dibuktikan di Seasaon Finale, Fallen Japanese, dan Alibi yang kental nuansa sakura tapi mempunyai ciri beda dengan pemakaian lirik bahasa Inggris. Dan anehnya meskipun tiga lagu ini cuman sekejap muncul, tidak ada rasa protes menyeruak, habis enak sih untuk di dengar. Tapi tetap aja yang ketahuan juga itu Idol Semen, lagu yang bercerita tentang Porn Idol yang udah harus insyaf. Ada juga Take care Inamorata dengan sedikit grunge-nya, dan satu lagu berbahasa Indonesia, Lagu tema. Pada dasarnya album ini asyik! Benar-benar penataan yang nggak egois untuk band dengan aliran musik Japanese. Sungguh varatif, Lirik barat, isi jepang, musik sedikit british, dan sampul depannya yang jepang banget tetap memberikan indentitas kalau mereka adalah band dengan kegilaannya kepada negeri Sakura. Lalu si tukang review ini bilang….Jepang oh Jepang, kau invasi lagi negaraku. Hahahha…tapi kali ini invansinya di invansi secara enak.. Scene 10 Untuk sebuah band yang namanya belum terlalu dikenal awalnya, penggarapan album The Osaka Journals termasuk hebat. Kenapa nggak? Proses rekaman beberapa lagunya dilakukan di Kitakyushu, dekat Kyoto, Jepang. Ini bukan karena device di Indonesia kurang canggih sihh. Mereka memilih rekaman di Jepang agar bisa mendapatkan suasana yang cocok dengan album kedua ini. Ck..BD tau gak sih kalo si penulis yang anak disco ini jadi beneran jatuh cinta sama Jepang dan makin cinta sama Sajama Cut… Yang pastinya BD selama seminggu ini bisa request lagu2 Sajama Cut di Jukebox 103.4 FM.  | Category: | Music | | Genre: | Other | | Artist: | Anggun from Indonesia...(walau sudah cabut kewarganegarannya) |
FOKUS ARTIS MINGGU INI : ANGGUN Edisi : 10 Oktober 2005 â senin / 21.00-22.00 pm Host : Sissy Iristya Script : Tiara Amalia
Scene 1 Selamat malam BD yang setia dengerin 103.4 Volare FM, malam ini kita kembali lagi untuk mengupdate artist FOTIS MINI. Fokus Artis Minggu Ini yang diambil dari artis Volare Number One Sound atau Indonesia 10. Nah, edisi 3 Oktober 2005 special banget buat Fotis Mini, karena artisnya masuk di Indonesia. Anggunâ¦.perempuan asal Yogyakarta kelahiran 29 April 1974. Putri dari seorang penulis Darto Singo.
Since 1997, Anggun has become the best-selling Asian Artist outside Asia ever and has become an international star in French and English speaking Europe, Italy, Spain, Eastern Asia, Japan, and many more territories.
Scene 2 Di tahun 1998, single Snow On The Sahara jadi lagu yang paling sering diputar di radio Perancis di mana beberapa tahun berikutnya Anggun dinominasikan untuk Best Breakthrough Artist di French Music Awards. Single pertamanya, Snow On The Sahara dengan cepat menjadi nomor 1 di Spanyol, Italy dan Asia Timur, juga masuk di chart top 5 di UK Club Charts. Debut album ini pernah mencapaiTop 20 Billboardâs Heat Seekers Chart di Amerika. Wow..great..awal yang menakjubkan bagi Anggun.
Berbagai awards pun diterima penyanyi yang dulu memakai nama lengkap Anggun Cipta Sasmi alias Anggun C. Sasmi si pelantun tua-tua keladi ini. Dari World Music Awards, Mtv Awards, Top Of The Pops, Silver Screen Awards, Woman Inspire Awards dan sebagainya. Menggelar show dibeberapa negara belahan dunia ini, dan sempat bertemu Paus di Vatican untuk sebuah konser spesial bersama Dionne Warwick. Album pertama Anggun terjual laris mendapatkan Gold di Perancis, double Platinum di Italy, Gold in Singapore, Gold di Switzerland, Platinum di Malaysia, triple Platinum di Indonesia, dan terjual mendekati 200 ribu kopi di Amerika.
Scene 3 BD, tentu Anggun tidak akan menyesali keberangkatannya ke luar negeri. Menurutnya, kalau seorang penyanyi ingin go international, maka dia harus ke luar negeri dan meninggalkan Indonesia. Ya..ya..masuk diakal juga sih, kalau kiprahnya cuma di Indonesia aja, maka dunia luar gak bakalan tau siapa sih Anggun? Nah, untuk album keduanya di beri judul âChrysalisâ yang menerima Gold di Italy hanya dalam waktu satu minggu dan meraih Gold serta Platinum di beberapa negara belahan benua Asia. Tentu BD masih ingat bagaimana BD bisa langsung jatuh cinta sama single âStill Reminds Meâ yang juga masuk dalam Top 5 singe di Music & Media European Borders Breaker Charts. Anggun menerima the Cosmopolitan Asia Woman Award dan kemudian the Women Inspire Award sebagai penghargaan untuk karirnya di dunia Internasional.
Scene 4 Di tahun 2003, Anggun bertemu Menteri Kebudayaan Perancis dan menerima award sebagai penghargaan karirnya di dunia industri musik, penghargaan yang bergengsi, Diamond Award untuk penjualan di luar Perancis mencapai lebih dari 1,2 juta kopi membuat kebanggaan tersendiri bagi bangsa Perancis dengan mencatat penjualan yang tersukses, diantaranya pernah dilakukan oleh Daft Punk, Air, dan Manu Chao.
Anggun juga berpartisipasi untuk dua soundtracks film Scandinavian, yaitu film Anja & Viktor dan satunya lagi berjudul Open Hearts. Untuk film Open Hearts, Anggun menerima nominasi untuk Best Song di tahun 2003 dalam Danish Film Awards. Anggun juga pernah berduet dengan penyanyi rock Itali bernama Piero Pelu di lagu âAmore Imaginatoâ yang meraih peringkat 1 di National Italian Airplay Charts lebih dari dua bulan. Anggun ikut serta dalam proyek amal Gaia, juga beberapa superstar internasional seperti Midnight Oil, Zucchero, serta Cesare Evoria.
Scene 5 Untuk tahun 2005 ini, Anggun menerima award kembali dari menteri kebudayaan Perancis, yaitu penghargaan bergengsi sebagai tanda kehormatan dari Chevalier des Arts et Lettres untuk kesuksesannya mensuport budaya Perancis. Ckckckâ¦kalo di luar negeri seorang penyanyi itu bisa bener-bener di hargai ya sama negara. Anggun juga menerima tugas sebagai Spokeperson for the UN Year Microcredit, yaitu sebagai juru bicara untuk mengkampanyekan kredit kecil bagi mereka yang membutuhkan. Sepertinya dari tadi yang kita bicarain adalah segala awards yang diterima Anggun di dunia internasional. Sebagai orang Indonesia tentu kita bangga donkâ¦Ya biarlah anak negeri besar di negara orang, asal nggak pernah lupa sama tanah air aja..bener kanâ¦
Kali ini di tahun 2005, Anggun kembali merilis album baru yang diberi judul Luminescence yang udah dirilis bulan Agustus lalu dengan single pertama yang jadi andalan adalah In Your Mind yang masuk di Volare Number One Sound. Padahal sebelumnya, masih dari album yang sama, Volare sudah ngejagoin Undress Me yang udah duluan menembus chart.
Scene 6 Cerita mengenai album barunya ini, Luminescence, Anggun menganggap album ini seperti diari baginya, jadi semua yang dialami Anggun ada dalam album ini, ya walau nggak 100 persen lah. Kalau penasaran, udah pastinya BD harus beli album Luminescence. Cerita tentang kehidupan Anggun sehari-hari, kalo boleh dibilang, ni album Anggun banget! Di album ini Anggun mulai menambahkan unsur-unsur etnis dari negara lain, seperti biola Mesir, musik India dan sebagainya. Jadi nggak melulu pake gamelan Jawa atau musik etnis Indonesia aja..keren pastinya, lagian kalau etnis Indonesia mulu bakal bosen donk pendengar..ingat loh..Anggun go international, yang dengerin gak Cuma orang Indonesiaâ¦.ya nggak??
Masih ngebahas album Luminescence, Anggun lebih banyak mengulas tentang perempuan. Menurut Anggun, kita harus bangga jadi perempuan. Nah, ada ni di salah satu lirik lagu To Be a Woman, disebutkan jelas dan liriknya sangat menyentuh kaum pria. Kalau diterjemahkan artinya ya bisa seperti ini deh ya..âkeburukan nggak ada dalam tubuh seorang wanita, tapi keburukan itu ada dalam pikiran laki-lakiâ Hwayyooâ¦kaum pria..please..coba di telaah baik-baik yaa kalimat itu. Hargailah kaum perempuan. Tau nggak sih? Perempuan berdandan itu kan bukan untuk laki-laki. Berpakaian bagus ya buat diri sendiri, tampil cantik ya buat diri sendiri.. Ada apakah dengan pikiran kaum lelaki yang suka nggak-nggak?? Apalgi bulan puasa ini..mending ensyaf deh ya..
Scene 7 Sampai sejauh ini Anggun memang belum merambah pasar Amerika Serikat, karena emang nggak gampang. Tapi banyak juga kok penyanyi Amerika yang nggak sukses di Amerika. Tau nggak alasan apa yang bikin Anggun belum bisa pindah ke Amerika? Karena disana perlu banyak kompromi. Anggun nggak mau rambutnya dipirang, nggak mau musiknya harus diatur. Anggun nggak mau buat lagu yang tiba-tiba harus ada penari latarnya, Anggun pengen bermusik seperti apa adanya dia. Wow..kool idealism gurl! Untuk karir Anggun ini, sang suami Oliver benar sangat pengertian. Ternyata Oliver juga berperan sebagai manajer Anggun. Jadi dia tahu benar maunya Anggun. Oliver memang sangat nggak suka Paris dan Anggun juga tidak rewel harus tinggal dan berkarir di mana, semua negara okay aja. Wah wah..klop sekali kedengerannya yahâ¦
10 tahun Anggun meninggalkan tanah air. Sudah menanggalkan kewarganegaraan Indonesia secara total menjalani karir sebagai penyanyi internasional. Pengorbanan yang nggak sia-sia ya.. Tapi meskipun begitu, jangan dikira sudah nggak jadi WNI Anggun lantas berubah. Anggun masih lapar kalau tidak makan nasi. Setiap kali show dan interview di manapun Anggun selalu mengenalkan diri sebagai Anggun dari Indonesia. Anggun bilang gini niâ¦âMasa sih wajah seperti ini mau mengaku dari Parisâ¦â hehe Keindonesiaan Anggun tidak sekedar mengenakan baju batik doank, darah dan tulangnya masih merah putih. Wooo..salut..salut buat Anggun.
Scene 8 Satu berita lagi dari Anggun, dia menjadi duta perhiasan ekslusif Audemars Piguet asal Perancis yang kemarin berpameran mulai 29 hingga 2 Oktober di Ritz-Carlton, Mistere Club, Jakarta. Awalnya Anggun memang menolak, dan memang sengaja menunda keinginan untuk jadi bintang iklan, karena menurut adat di Eropa, bila menolak tawaran, reputasi malah semakin meningkat. Mwahahhaâ¦bener aja ya, kalau kita suka nolak-nolak cowokâ¦makin banyak yang mengagumi..hahah gak nyambung ya?
Okay, back to Luminescence, In Your Mind diciptakan oleh Anggun bareng Jean Pierre Taleb, hampir semua track dikerjakan mereka berdua. Untuk bonus tracknya, Anggun malah membuat lagu ini seperti musik tarian Indian di Amerika Serikat.
Undress Me, tempo mediumnya nggak bikin yang denger berleha-leha, lantara Anggun mengemas sedikit beat pada reffrainnya. Lagu ini menurutnya paling sederhana di album Luminescene. Liriknya juga biasa, tapi entah mengapa begitu kokoh di suara Anggun.
Scene 9 Lagu yang âmenggangguâ justru di track ke-5, Saviour. Prolognya mengingatkan kita pada musik 80an. Tapi masuk reff, Anggun meloncat pada era sekarang. Lagu ini jadi salah satu soundtrack film laris di Perancis berjudul Transporter II. Untuk peredaran di Indonesia, lagu ini punya versi Indonesia, berjudul Mantra. Diawali dengan denting piano, lagu ini punya kans untuk bikin album Luminescene tambah laris. Tapi jujur aja sih, untuk versi Indonesia, Anggun tampak âketeterâ mencari padanan bahasa Indonesia yang pas. Ya..lama tinggal di luar negeri bikin Anggun tertinggal kosa kata Indonesia kali ye..
BD, udah tau donk ya kalau Anggun sekalian menggebrak dua chart kita.. Di Volare Number One Sound ada In Your Mind, sementara di Indonesia 10 di hantam sama Mantra. Kira-kira ada kans gak bagi Saviour menggantikan In Your Mind? Kita liat aja nanti..
ps. bisa request lagu-lagu Anggun selama seminggu ini di Jukebox Volare 103.4 FM with Dian or Tiara - senin sampe sabtu jam 12 siang sampe 3 sore via sms online 08125630361  | Category: | Music | | Genre: | Rock | | Artist: | LIQUIDO |
artist : Liquido scriptwriter : tiara amalia host : sissy iristya
Setelah lebih dari 3 tahun LIQUIDO are back! Album ke-4 mereka yang berjudul FLOAT sudah menghentak record stores sejak tanggal 21 Maret 2005. Single pertamanya “Ordinary Life” dirilis duluan pada 7 Februari 2005 ke seluruh Eropa. Sejak didirikan tahun 1996, kuartet asal Heidelberg, Jerman ini telah mendapat banyak kesuksesan dan penghargaan, termasuk piagam penghargaan platinum dan emas, menjual jutaan CD dan membuat antusias audience pada saat tampil live hampir di seluruh dunia.
Okay, kita mesti tau dulu ni kalau LIQUIDO didirikan pada tahun 1996 oleh empat sekawan yang terdiri dari Wolfgang Schrodl (vokal, gitar, keyboard), Tim Eiermann (vokal, gitar), Wolle Maier (drum) dan Stefan Schutle-Holthaus (bass). Mereka menggebrak dengan single “Narcotic” dirilis sekitar tahun 1997/1998 melalui label mereka sendiri yang bernama Seven Music. Setelahnya barulah Virgin Records mengikat kontrak band pada tahun 1998, dan “Narcotic” dirilis ulang dan menyusul gebrakan yang menakjubkan LIQUIDO bahwa single “Narcotic” mendapat sertifikat emas pada Desember 1998 dan debut album band “Liquido” (1999) dirilis di 10 negara secara simultan…wow..sensasional!
Di tahun 1999 tepatnya bulan Maret, LIQUIDO melangsungkan tur Eropa yang sold out, sementara “Narcotic” mencapai status ‘multi platinum’ di Eropa. Bulan April, debut album band mendapat sertifikat emas dan single ‘Doubledecker’ masuk tangga lagu di posisi teratas. Anyway….kita mesti tau donk, LIQUIDO adalah band rock Jerman yang menjual paling banyak album pada tahun 1999 berdasarkan grafik angka yang tercatat di Asia, Australia dan Eropa!
Untuk tahun 2000 muncul album kedua berjudul “At The Rocks” yang masuk Top 20 di beberapa negara Eropa dan single pertama “Play Some Rock” yang menetap di tangga lagu German Media Control lebih dari 10 minggu. Nah, pada saat yang sama, LIQUIDO mulai memasuki kesuksesan di Amerika Selatan, smentara tur Eropa kedua menggiring LIQUIDO ke festival-festival musik paling penting di seluruh Eropa. Sepertinya tahun 2000 bener-bener tahun yang berpihak pada LIQUIDO. Karena tahun 2000 juga melimpahkan band dengan beberapa penghargaan : RSH Gold, Echo, Comet dan Amadeus Award. Untuk lagu “Narcotic” mendapat sertifikat lagu terbaik sepanjang masa oleh stasiun radio di Hamburg, Delta Radio – secara langsung setelah hit klasik Led Zeppelin “Stairway To Heaven”.
Di tahun 2001 band ini tetap sibuk hampir sepanjang tahun 2001, menulis lagu dan main di festival-festival di Eropa. Tentunya LIQUIDO juga merilis album ketiga “Alarm! Alarm!” di tahun 2002. Sekali lagi di bawah sayap produser Otaf. LIQUIDO menciptakan karya-karya mengkilau bagaikan mutiara seperti “Take Off Go Far”, “Just A Boy”, “Stay With Me” yang merupakan soundtrack untuk spot iklan kripik Pringles, dan “Why Are You Leaving” lagu yang kemudian dipakai di filmnya Bernd Eichinger, Knallharte Jungs. Kontribusi soundtrack dilakukan lagi untuk film Amerika “Igby Goes Down” dan TV Internasional, dan menyusul spot-spot cinema. Kita perlu tahu, bahwa pada akhir 2002, LIQUIDO telah menjual lebih dari 2 juta kopi di seluruh dunia. Wow..
Di tahun 2003, LIQUIDO dan Virgin mengakhiri hubungan kerjasamanya, LIQUIDO mendapat manajemen baru, booking agency baru dan pada tahun 2004 juga mendapat perusahaan rekaman baru, namanya Nucklear Blast. Jarak antara “Alarm! Alarm!” dengan “Float” yang baru ini, digunakan para personil band untuk membuat proyek-proyek solo seperti LSD Underground, The Prophet’s Project, Early Mustang, dan Cages Pada akhir musim panas tahun 2004, rekaman “FLOAT” selesai, untuk pertama kalinya diproduseri oleh band sendiri.
Single pertama “Ordinary Life”, lagu yang ditulis oleh wolfgang ini menunjukkan elemen elektronik dan permainan drum yang obsesif, benar-benar catchy! Di Berlin mereka menggarap video klip untuk lagu tersebut yang menegaskan rasa percaya diri band lebih dari yang sudah-sudah. Semuanya terlihat jelas : LIQUIDO benar-benar menemukan style mereka sendiri. Liat aja deh video klipnya….secara keseluruhan, band ini telah mengeksplorasi terobosan baru di dalam musik mereka di album ‘FLOAT’ secara komplit. Contohnya ‘Flip To Play’ yang mengkombinasikan gitar vintage dengan drum yang gaduh, dihiasi dengan vokal yang tidak algi membutuhkan tone yang samar. Atau ‘Fake Boys’ sebuah lagu ‘clubbing’ dengan gitar yang disetem rendah, beat-beat melonjak dan refrain vokal yang tertata nadanya.
Di album Float juga dihiasi lagu yang berjudul ‘Valentine’ yang merupakan lagu paling kalem dari album Float. Lagu ini menyorot sebuah orkestrasi kompleks dengan chord-chord asik dan permainan perkusi yang kontras dengan lagu ke-3. Ada lagu yang juga asik, judulnya ‘Love Me..Love Me’ yang sarat dengan nuansa elektronik dan pop. Dan dilagu ini juga kita bisa dengerin lantunan seorang vokalis cewek yang mengingatkan kita akan Nina person-nya The Cardigans… tapi bukan..hehhe dia adalah …Eva Jagun.
Last but not least…di lagu mr. officer, liquido menunjukkan kalau kita bisa mengharapkan apa aja dari liquido di tahun 2005 ini. Rock..pop..dan indie..yeah..itulah LIQUIDO style. Sophisticated, melodic and experimental. Empat musisi, empat penulis lagu dan empat visi yang tergabung dalam Float.
jagoan gue : ordinary life, love me evol em... okay, seminggu ini bisa request lagu-lagu LIQUIDO di sms online radio volare fm 0812 563 0361 (12-3 sore, sunday til saturday)
visit : http://www.volarefm.com/whatshot.php | Category: | Music | | Genre: | Other | | Artist: | tERe |
Begitu masuk ke ruang MD, gue ngecek lagu-lagu baru yang datang. Salah satunya gue lihat single Dosa Termanis. Hmm, you know whos the singer? Yeah, she’s the female artist in Indonesia. Dalam pikiran gue ‘wah mister MD mesti masukin ini dalam chart nih’ Gue yakin amat ya? sayangnya keyakinan gue selalu diyakini sama MD..hihi..anak-anak yang lain juga begitu, pada setuju kalau single ini mesti masuk chart. Bahkan teman gue ada yang bilang…’ini lagu gue bangetloch’ secara dia penyiar yang baru lulus UMPTN aja gitulooooh, ckck..masih kecil udah mikir dosa termanis. ck.
Beberapa kali gue hunting di record store, sayangnya gue lupa aja buat hunting album Begitu Berharga ini. Sampai akhirnya gue nggak sengaja lihat di toko kaset kecil. ‘Eh iya..gue kan belum beli ini’ sayang waktu itu CDnya belum kelihatan. Setelah gue beli…wow, she’s have a new style ya? udah bisa senyum dan tertawa, tidak terkesan gothic dan gloomy lagi, malah kelihatan semakin dewasa dan sporty banget (taebo styles). Perubahan yang nggak bikin gue kecewa juga, sama seperti musik di dalamnya, nggak ada yang bikin gue kecewa, malah semakin kaya. Lagu-lagunya nggak muram lagi seperti Aku Patut Membenci Dia dan beberapa lagu di album Sebuah Harapan. Setelah gue dengerin, pikiran gue yang pertama adalah ‘seharusnya tERe ngejagoin lagu Pencuri Hati yang diciptainnya bareng Dewiq. Karena gue bilang ini lebih asik dari Dosa Termanis, feelnya dapet. Akh..mungkin gue lagi terlalu nge-pop kali ya.
Untuk track 1 ‘Pencuri Hati’ ini bener mencuri pendengaran gue, intronya gue suka. Cocok buat yang lagi jatuh cinta sama orang yang nggak dikenal dan orang itu nggak tahu kalau lagi ‘dijatuhin cinta’ (ih bener gak sih kalimat gue).
Di track 2 ‘Dosa Termanis’. Nah ini dia yang jadi single hits album Begitu Berharga. Pertama kali gue denger lagu ini pas dibawain tERe waktu acara akustikan di Lampung sebelum album ini rilis. Dan seorang teman bilang, lagu ini Dewiq banget. Hehe soalnya gue ngira itu ciptaan dia.
Track 3, tERe mungkin sedang tergila dengan japanese style? Atau ini sudah menjadi pilihan dia? Atau mungkin ini sedang menjadi konsep albumnya? ‘Cukup Bagiku’ yang lagunya dibuat oleh Iman “J-Rocks”. Selintas memang musiknya ‘J-Rocks banget’, tapinya karakter tERe bisa masuk juga dalam speed lagu ini. Secara gue kurang minat kalau disuguhi J-Rocks tapi di sini tERe bisa mencuri pendengaran gue seperti halnya Do As Infinity. Eh kenapa kalau dengerin ini gue jadi ingat film kartun Jepun ya? yaa..yaa gue suka lagu model Japanese walau gue nggak suka saat mereka menjajah kita.
Kalau lu menunggu rilisnya film Dealova, maka lu bisa nemuin lagu ini di film tersebut karena lagu ini masuk dalam album soundtrack Dealova. Judul lagu di track 4 ini adalah “Pasangan Sepadan” yang lagi-lagi diciptain Dewiq. Tapiii…gue masih bisa dengerin nafas japanese sii di sini. Asik..asik..
Menit selanjutnya sampai pada track 5, bisa dengerin ‘Pertanyaan Hati’ yaaa..cerita tentang orang yang kangen sama seseorang di masa lalu kali ya? Cuma agak bertanya-tanya, ini beneran rindu atau cuma kenangan aja siiiii?? ah gue banget kaleeee..mwahahhaha. Lagu ini diciptain tERe bareng Bato’, tapinya kurang mencuri pendengaran gue.
Track 6, nahhh..lu bakalan nggak asing lagi dengan lagu ini. Udah beberapa kali direcover sama penyanyi lain juga. Lagu yang diciptain oleh Ian Antono dan Taufik Ismail ini berhasil dibawakan tERe, namun yaa..nggak terlalu ada pembaharuan sih. Tapinya gue bilang, aransmen Denny Chasmala emang lebih asik daripada yang pernah dibawain Nike Ardila, Sheila On 7. Nggak tau kalau God Bless ya…
Next meloncat ke track 7 “Kala Cinta Bicara”, lagu ini asik menurut gue. Di intronya udah asik, dan gue dapat pesan yang bagus di sini ‘bila memang dunia bertanya, katakan ku bahagia katakan ku tlah menemukan’ … why? yaaa karena gue nggak pengen dunia susah mikirin gue..jadinya dunia taunya gue bahagia aja. Dan lagu ini jadi nada sambung handphone gue..hihi. Duniaa….percaya deh..gue bahagia kok. Nggak heran sih kenapa tERe bilang pencipta lagunya ini excellent, karena tERe udah pake lagunya Sarah Silaban dari sejak album pertama.
Giliran track 8, tERe bersama Wawan mencipta lagu ‘Begitu Berharga’ yang juga jadi judul album ini. Beat lagu ini asik juga menurut gue, ngajak goyang. Kalau di lagu ini ceritanya yaa..untung cepet nyadar sebelum orang itu pergi, ternyata seseorang itu begitu berharga dan emang yang diinginkan. Yaa..baguslah..jadinya nggak seperti kejadian di lagu Adore-nya CaTY (akhhh..siapa yang nyesel? Nggak kok)
“Apa Adanya” merupakan lagu di track 9, kali ini tERe bekerja sama dengan Riani Sovana. Hmmm..gue pernah denger nama ini deh, dia penyanyi juga, gue pernah dikirim single hitsnya, cuma gue lupa apa judulnya..kalau dicari pasti dapet deh. Ah..ya..lagu ini asik..enak didengerin, dan bagus juga sih diterapkan..jangan mempersilahkan orang lain mengubah lu, karena yaa…lu apa adanya aja. Good!
Track terakhir di 10, ada “Bukan Jalan Kita” ciptaan tERe sendiri. Kalau gue denger yaa..ada sedikit sentuhan reggae, eh bener nggak sih? Gue agak buta sih kalau disuruh mengelompokkan genre.
Yeah..that’s it. Pastinya untuk album ini tERe masih mempercayakan Denny Chasmala untuk bertindak sebagai produser, dan tERe sebagai co-producer. Untuk visual concept and art-nya masih dilakuin sendiri sama tERe. Oh ya..untuk backing vocal, beberapa lagu diisi sama Alam Urbach. Wew..sounds like Nafa Urbach lil brother yaa..hehe. Gue bilang sih album ini…ya bagus, perkembangan musiknya tERe bagus, jadinya bisa jadi bukti juga kalau tERe nggak melulu looks like Avril Lavigne. Secara gue orang yang kalau udah beli album pertama dan gue bilang bagus, lalu album kedua juga tidak mengecewakan, maka gue wajib beli album yang ketiga. Karena ini “Begitu Berharga’. Dan gue juga seneng karena tanggal 19 September, tERe bisa jadi Fokus Artis Minggu Ini (Fotis Mini) selama seminggu di radio. Dan bagusnya ‘Dosa Termanis’ lagi di peringkat 1 tanggal 18 September kemarin. Weniwey…selama seminggu ini lu bisa request dari senin-sabtu, 12.00pm-03.00pm di Jukebox, via sms online Radio Volare, 0812-5630361. Ketik : JB spasi NAMA spasi UMUR spasi ALAMAT spasi request dan kirim salam….
Lagu jagoan gue : pencuri hati, cukup bagiku, pasangan sepadan, kala cinta bicara.
Visit : www.teretorial.com
Cheers!
Tiara
ps. Selanjutnya gue pengen nge-review Liquido dan jadiin mereka Fotis Mini. Gimana? Siap bergoyang? Yeah..rockelectronic…ordinary life..disco bergema lagi..hihi
 | Category: | Music | | Genre: | Other | | Artist: | sarah silaban |
Dan ini kali kedua saya ngereview untuk artis yang sama namun album yang berbeda. Kalau kemarin album pertama, kini setelah menunggu tiga tahun akhirnya Sarah Silaban muncul dengan mini album (inikah album yang kedua?) Dari single pertama 'Juli di Bulan Juni' yang sudah duluan diputar di radio-radio sebelum album ini di rilis, saya bisa bilang..dia akan bikin suatu yang baru, tidak seperti dulu lagi yang dia bilang terlalu ngepop. Lalu, ini apakah namanya?
Saya tidak tahu persis, ini musik bisa dibilang apa. Secara pendengaran pertama kali yaitu versi samplenya, saya cuma bilang..'kok intronya mirip vanessa carlton' tapi selebihnya nggak. Setelahnya saya bilang kalau dia selalu punya lagu yang aneh tapi bikin nagih didengar. Lumayan lama juga menunggu mini album ini rilis. Sementara ada fans-nya yang bertanya pada saya, gimana bisa dapetin lagi album pertamanya Sarah. hmm..saya angkat tangan. Juli di Bulan Juni, sebagaimana juga judul film layar emas karya Monty Tiwa disalah satu tv swasta nasional memakai lagu ini sebagai soundtrack. Sebuah film yang dibintangi Tora Sudiro, Sissy Priscilla dan Ariyo Wahab dengan cerita yang tak biasa pula. Sama klopnya. Cerita tentang seorang gadis disleksia yang pada akhir cerita menjadi seorang penulis yang menceritakan tentang bencana di Aceh. Sayang sekali cerita film ini terkesan buru-buru di akhiri sehingga, saya sebagai penonton jadi bertanya 'kok bisa?'. Mungkin harusnya layar lebar saja, biar punya banyak waktu menyelesaikan cerita. Stop review film, saya sedang mereview album.
Apa yang bisa dihasilkan Sarah dengan keminimalisan player? Saya rasa dia cukup cerdas untuk mengonsep musiknya ini. Untuk itu saya nggak jadi mencoret namanya sebagai musisi yang perlu dibanggakan di jagad Indonesia ini. Mini album yang entah judulnya apa. Mini album kah? atau Sarah Silaban kah? yang pasti dia sudah berani memakai nama Silaban di sini, setelah di album pertama (akhirnya...) dia pakai nama Sarah, saja. Good woman!
Album ini sendiri berisi 5 lagu. Dua lagu yang sama tapi dibikin versi berbeda. Yaitu JDBJ radio edit dan JDBJ versi full band. Masing-masing diletakkan pada awal dan akhir album. Lagu ini yang menjadi lagu jagoan dari mini album. Belum rilis saja tapi udah diputar di radio-radio. Dan jangan kaget, saat kamu mendengarkannya di radio A maka akan berbeda dengan radio B, beda juga dengan radio C, D dst. Seperti yang saya alami, apa yang dia kasi ke radio saya ternyata bukan versi radioedit maupun fullband, berbeda juga dengan apa yang diputar di radio prambors. Hmmm..ini penyebaran sample yang aneh tapi bekerja juga sii. Masing-masing radio penasaran. hihi.
Untuk track kedua, berjudul Pengecut. Musik sederhana tapi urusan lirik, saya masih tidak habis pikir, kenapa orang ini ajaib? "Katakan bagaimana kau mengubahku menjadi seorang pendusta yang terendah dan pecundang yang terbuang...." Dari keseluruhan lirik, jujur saya belum pernah baca lirik yang jujur ini. Bisa dirasakan saat kamu punya seorang yang pengecut di luar sana.
Untuk track kedua, dengan judul 'Everything' membuktikan kalau cuma pakai gitar aja, Sarah bisa dengan sampai hati menyampaikan lirik ini. You say love won't do in 2 weeks due? kamu harus dengerin lagu ini dan kamu bakal tahu kalau love will do in 2 weeks due. hihi. untuk kalimat to fix your heart with me, kenapa secara tak sengaja saya jadi teringat sama kata Coldplay ya?? fix you..hihi. Hmm..di lagu ini kabarnya Sarah nyerah main gitar, jadi guitar partsnya dibantuin sama seorang teman bernama Taji. Asal kalau live Sarah jangan main gitan bohongan aja yaa.hihi.
Lanjut ke track ketiga, berjudul 'Dingin'. Kamu pernah bertemu dengan orang yang dingin? atau orang yang bercerita tapi nggak ada kamu dalam cerita itu? atau saat kamu bicara tapi orang yang diharapkan mendengar terkesan gak mau mendengarkan, atau seperti lagu ini yang susahnya dapetin kata maaf? Selintas pertama, saya dengerin lagu ini, hmm..sedih sih. Tapi begitu saya berangkat ke luar kota, Yoda bilang lagu ini bagus. Begitunya lagu ini bisa mengajak untuk bersedih diperjalanan, sepanjang jalan yang gelap, dengerin lagu ini, hingga tidak sadar saya tertidur hingga tersadar lagi ternyata lagunya sudah habis sebelum saya habis mendengarkannya, terpaksa diulang lagi, menikmati lintasan jalan yang gelap, dinginnya ac mobil. Well, kamu bisa rasain gimana bisa nyaman untuk tidur di mobil malam hari dengan ac yang menyala, tapi kamu nggak bawa selimut, cuma menatap lekat malam yang pekat, sementara perjalanan berakhir pada saat matahari dipukul 5 pagi. Sukses..10 jam dalam perjalanan, DINGIN. Begitu lamanya untuk menunggu sampai ke tujuan. Tapi ada yang terasa lebih lama lagi, yaitu menunggu maaf yang nggak pernah terucap.
Track kelima, JDBJ versi band. Tapi saya merasakan hampir sama saja, atau pendengaran saya yang mulai susah membedakan? Perbedaan yang begitu terasa ada pada akhir track 5 ini. Kalau JDBJ radioedit tidak ada poemsnya, maka di bagian full band ini kamu bisa dengerin poem, atau sejenis kata bijak dari musisi yang saya bilang bijak ini. Dia benar kalau begitu. Tapi, mendengar kata bijak diakhirnya, sepertinya saya sedang mendengar...hmm..ah yasudahlah.
Untuk mini album ini, Zeki Siregar yang seorang menejer juga berperan sebagai a&r, dan untuk beberapa track di mixed by random (electronic groove). Kabar bagusnya, mini album yang indie label alias diproduksi sendiri sama Sarah, dipublished oleh Universal.. Jadi kamu bisa lebih mudah untuk ngedapetinnya. Cuma...untuk covernya, dikonsep lebih asik lagi bisa nggak?
Jadi apalagi yang bikin kamu nggak yakin untuk beli album ini? Nunggu cd-nya beredar, yang kabar bakal dapetin video clip di situ? hihi jujurnya saya juga iya, menunggu. tapi daripada harus minjem kasetnya teman melulu, mending saya beli saja deh. toh bagi saya, kalau sudah punya album pertama, maka harus punya album kedua dan seterusnya, selama saya masih yakin itu bakal bagus.
Dari keempat judul lagu, nuansanya nggak ada yang sama, tapi tetap fokus. Kalau dengar lagunya, pasti bisa tahu ini lagunya Sarah. Nggak cuma cd-nya aja sih yang ditunggu, tapi juga full albumnya. Seorang teman yang direkomendasikan bilang "bagus..bagus, tapi sayang cuma lima lagu" Hoho thanks God, karena dia berjanji membunuh saya kalau album ini tidak bagus menurutnya. Huh, harusnya komplain ke artisnya donk. Ya tapi untungnya bagus aja gitu.
Nah, buat Sarah, nggak hanya sampai di sini aja donk. Juga jangan cepat puas, tapi juga mesti harus percaya, kalau teman-teman kamu bilang lagu kamu bagus maka yakinlah untuk merilis sebuah album. Bukankah begitu, bung Zeki? hehe.
Saat kita hampir percaya bahwa dunia dingin dan beku, adakalanya hati dan ketulusan berada di tempat yang seharusnya (jdbj)
ps. sarah, kapan bisa diponten hasil koreksian? cedih ckali menunggu dipinggir kali. apakah aku tak naik kelas?   | Category: | Music | | Genre: | Pop | | Artist: | Imel |
For love.. and live..the greatest teacher
sejarah album ini : tulisan kalimat di atas bisa didapetin di cover albumnya Imel berjudul di ladang stroberi. Masih ingat dengan serial filmnya? Gue beli kaset ini tanggal 5 November 2002. Paling gue ingat, itu mendekati hari terakhir bulan puasa, di mana gue sore-sore balik kuliah jalan sendirian ke mal disuruh ibu blanjablanja buat lebaran. Dasarnya gak ngerti belanja, selama dua jam lebih mutar-mutar cuma dapat sneakers doank, itu juga buat jalan-jalan bukan buat lebaran. di detik terakhir menjelang magrib gue mampir ke m-studio nyari lagu yang enak. Jadinya gue pilih Imel karena gue pernah nonton serial Strawberry yang lucu dan menarik. Gue masih di jalan pas magrib, sampe rumah udah stengah tujuh gitu. hmm lupa sih ya waktu itu gue puasa apa lagi sedang?? Lalu ibu bertanya, kamu beli apa? ini sepatu, dan saya beli kaset ini bu...spertinya bagus deh. Hmmm..jadi untuk album ini banyak kenangannya. Di mana gue seneng jalan-jalan sendirian tanpa tujuan. Di mana ibu harap-harap cemas gue beli apa, tapi dia selalu mendukung gue beli apapun. Di mana gue waktu itu suka ketawa nonton stroberi namun sering ketinggalan juga si. Di mana itu bulan puasa menuju lebaran aja gitu, dimana orang sibuk belanja ini itu gue cuma belanja ini atau itu. Selebihnya nggak tau duit abis kemana.
Kesan album ini : Berkesan bangetlah. Pertama kali gue dengerin Aku & Kau (cinta rahasia). Liat klipnya cuma sekali. Heran, setiap yang gue bilang bagus, jarang banget bisa liat video klipnya. Sampe sekarang gue juga suka lagu ini selain semuanya pasti. Lagu ini unik aja, ada lirik Indonesia, lirik Inggris, puisi dimixed jadi satu. Yang berpuisi tentunya saja inangnya si Imel ini, Dewi 'dee' Lestari. Selain lagu ini, percampuran lirik Inggris dan Indonesia juga kejadian di lagu I Love You, Lihat Saja Nanti (This is My Prayer), dan You're My Angel. Untuk lagu berlirik full English ada di Where Are You? (A Song of a Lonely Heart) dan Bye Bye Now. Full Indonesia in Hidup Ini Indah, Ohh Cinta, Mata Hati, Di Ladang Stroberi. Dan yang cuma instrumental ada pada Hidup Ini Memang Indah yang merupakan permainan Flute-nya Tina Ibrahim dan Violin-nya Ammy, sbenarnya lagu ini instrumental dari Hidup Ini Indah yang full lyric. Untuk lagu yang romantis, gue kira sih tepat pada lagu I Love You dan Bye Bye Now. Di lagu I Love You, Imel duet bareng Ari Lingua. Sedang di lagu Bye Bye Now, Imel duet bareng Daniel Ziv. Terus terang gue belum kenal nama Daniel Ziv, tapi dia nyanyinya sip banget, jauh sebelum Josh Groban ngetop dia udah nyanyi tenor aja gitu. Selain itu, di Bye Bye Now juga dibantu sama Arina 'Dede' Ephipania. Who's that girl? ya bener, Arina-nya Mocca yang juga adiknya Imel. Wow..this familia album support. Balik lagi ke serial Strawberry yang diperankan oleh Rachel Maryam yang bikin banyak perempuan pergi ke salon dan keluar dengan kriwilnya rambut Strawberry (have you ever?) Nah, serial ini juga di sutradarai oleh Key Mangunsong, well..ini adalah kakak dari Dewi, Imel, dan Arina. They're Mangunsong Sisters. Anak-anak dari Yohan Simangunsong dan Tiurlan Siagian yang juga mendapat mantu seorang Siahaan (Marcellius Kirana Hamonangan Siahaan aka Marcell, suaminya Dee). Apa hubungannya yaa dengan seorang ibu yang seorang Simangunsong terbunuh di dekat rumah gue atau seorang teman gue yang Siagian? haha
Pertama kali gue tau nama Imel ini kira-kira tahun 96-an kali ya? Album pertama Rida,Sita,Dewi (RSD, grupnya Dee) yang Antara Kita. Nah di album itu ada lagu Mata Hati ciptaan Imel yang bernama lengkap Imelda Astri Rosalin. Untuk album di ladang stroberi ini juga dinyanyiin lagi sama imel dengan aransmen berbeda..
Untuk lagu-lagu 'di ladang stroberi' ini jujurnya gue senang abis, soalnya rada jazzy yah? jadinya sip banget kalo disetel sblum tidur sampe lagunya abis. Bahkan pernah yang gue setel lagu-lagu album ini mulu gak bosen juga. Liriknya juga bagus kok, nggak berat-berat amat, simple, jujur, dan lucu juga. Imel jago juga bikin lirik, dan jago juga maen piano dan pianica-nya. Nah, baru kali ini gue dapetin ada musisi yang pake pianica di albumnya, biasanya dipake anak sd atau smp buat belajar kesenian. Lirik yang lucu itu ada pada lagu You're My Angel: Kuingin jadi pencuri yang nekat seperti Jaka Tarub Bersembunyi di balik daunan tepi sungai Sang Pencuri yang berhasil memiliki Sepotong keindahan bidadari Kuingin jadi pemimpi Yang bernyali speerti Icarus Yang merenung di antara bumi dan matahari Sang pemimpi yang berhasil memiliki Sekejap keindahan langit tinggi
Seingatnya, tahun 2003 gue pernah rekomendasiin album ini ke program Jazz supaya disetel. Dua bapak itu yang satunya Nainggolan, tertarik sama lagu Bye Bye Now.
What? Yang gue pernah baca, Imel bakal rilis album lagi, yang lebih ngejazz. Tapi sampe skarang kok belum ada juga??? Yang sering gue baca adalah Imel and friends? Jujurnya gue belum pernah denger, ini Imel yang sedang gue bahas bukan?
Nilai? Gue kasi nilai 8 deh buat album ini.Orang bilang kalo jazzy itu ekslusif. Tapi gue nilainya bukan karena jazzy doank, tapi dari segi album ini 'aneh'. Ntar gue kasi lebih dari 8 kalo udah bisa denger dan bandingin dengan album selanjutnya.
Uses? Album ini diproduser oleh Imel yang juga selaku arranger. Rekamannya si di Bandung, Aru Studio dan Dialog Studio. Imel is using Yamaha Pianica, Kurzweill PC 88 & Roland RD150 Digital Piano, Gemeinhardt Flute.
Berikut gue tulis apa yang gue dapet sbagai bonus beli albumnya yaa.. Begadang dengan kakak sendiri, apalagi yang dibicarakan kalau bukan tentang cinta & hidup. Betapa beruntungnya saya terlibat di malam panjang awal lahirnya cerita tentang Strawberry si tulus jujur, sebuah refleksi mendalam dari Key...tentang hidup. Kesan pertama saya adalah..."Wow, hidup ini indah!"
Kisah manis ini ternyata merasuki wilayah musik di otak dan jiwa saya hingga lahirnya rangkaian lagu-lagu yang khusus saya tulis untuk Strawberry. Kemudian dalam perjalanannya bergabung dengan lagu-lagu saya sendiri bertemakan tentang cinta & hidup disambut baik oleh Key untuk dimasukkan ke dalam cerita Strawberry.
Memproduksi 1 album soundtrack drama TV dalam 1 bulan bagi saya adalah "possibility in impossibilities", tapi itulah hidup. Terima kasih anda mau mendengarkan musik minimalis ini. Tapi percayalah, di baliknya ada 'something beyond the music itself...'. Semoga memperindah hidup ini.
Imelda Astri Rosalin
Ps. Well..Gue mulai dengerin lagi, udah 3 tahun gue punya album ini. Dan gue mau bilang kalau kadang-kadang gue kurang menyadari bahwa, hidup ini indah. Padahal, Hidup ini memang indah. (tee-)   | Category: | Music | | Genre: | Other | | Artist: | Athlete |
Athlete membuat audience Australia terpesona di awal tahun 2005 dengan menggelar show di Sydney dan Melbourne. Saat itu mereka mendapat applause yang luar biasa dari audience yang menonton pertunjukan mereka dan sempat bikin penonton nggak ingin pulang gara-gara pengen nonton terus. Wow..seru nih pastinya ya.
Michael Chugg Entertainment pun menjanjikan bahwa Athlete bakal balik ke Australia buat ngegelar show lagi pada bulan Juli ini. Karena, sebelum balik ke Australia, Athlete akan ikut serta mensupport konser U2 dan juga tampil di UK top festival Glastonbury dan T In The Park. Ini artinya kabar baik buat fans Athlete di Aussie ya..karena Juli ini bisa liat shownya Athlete lagi.
Album kedua Athlete yang berjudul Tourist ini sukses masuk chart di UK setelah mencetak posisi pertama di UK chart yang merupakan dambaan para musisi. Siapa sih yang nggak mau masuk chart, apalagi di UK.
Album Touris melampaui batas penjualan platinum dan Athlete sukses abis-abisan menjual show mereka di Eropa. Pihak EMI berjanji akan mengangkat track lain setelah 'Wires' di album Tourist yaitu lagu ‘Half Light’ di radio pada tanggal 20 Juni. Dan terbukti donk janji pihak EMI, sekarang aja Half Light udah terus naik di VNOS. Timing yang tepat untuk membawa band ini kembali ke Oz diikuti dengan single pertama Athlete berjudul ‘Wires’ yang mendapat sambutan hangat.
‘Tourist’ menggambarkan kekayaan dan kejujuran sebuah musik dan ini melebihi dari apa yang mereka hadirkan pertama kali lewat album ‘Vehichles & Animals’. Coba deh bayangin. Makanya jangan sampe kelewatan buat mengoleksi album-album Athlete.
Tapi nih ya BD, ada juga yang menghubungkan Athlete dengan Coldplay. Menurut Q Magazine terbitan UK, kalau dengerin album Tourist seperti mendengar Coldplay antara album Parachutes dan A Rush Of Blood To The Head. Dan buat single kedua, ‘Half Light’ ini sbenarnya adalah lagu pop adult yang berkembang menjadi hebat dan luar biasa. Jika Athlete duduk di meja Rock yang tinggi, maka ini akan menjadi lagu yang menjamin mereka tetap berada di tempatnya.
Oh iya, buat album ‘Vehicles and Animals’ itu dirilis masih sekitar tahun 2003 yang membawa sesuatu yang unik kedalam music scene dengan sound effect yang khusus yang siap membakar hati para penikmat musik mereka, dan album Tourist ini nggak jauh beda amatlah. Melihat perkembangan album ke dua ini, bisa dikatakan posisi Athlete masih aman ya. Masih menyedot perhatian penggemar mereka. Karena kan biasanya sedikit menghawatirkan ya BD saat artis bakal ngerilis album kedua. Kadang ada perasaan takut, sukses nggak yah seperti album pertama. Ini biasanya resiko dengan bayaran mahal. Udah keluarin duit banyak, studio berkelas and expensive string arrangements. Untung aja Tourist punya nasib baik. Dibuka dengan track pertama lagu Chances. Tentunya juga ada lagu Tourist, Half Light, dan Twenty Four Hours yang bisa membuat kita rindu akan sebuah perjalanan. Tapi single utama ‘Wires’ seperti berdiri tegak menceritakan kisah Joel mengenai kelahiran adik perempuannya. Ini mungkin lagu yang sangat personal dan mengilustrasikan bagaimana Athlete semakin berkembang di album Tourist ini. Lalu ada lagu ‘Trading Air’ dan ‘Street Map’ yang liriknya sedikit susah dimengerti, setidaknya dua lagu ini kurang bagus dibanding track lainnya di album Tourist.
Sound gitar yang berat di ‘Modern Mafia’ dan akustik track pada lagu ‘I Love’ menambah keanekaan pada album Tourist yang sebagian besar mengandalkan solo kibor. Tapi untuk single ‘Half Light’ kembali memenangkan kematangan musik Athlete dan kabarnya lagu ini adalah easily the best song on the record. Yap.. lagu yang enak didengerin dari album Tourist. Meskipun upbeatnya masih tentang homesickness dan menggambarkan betapa banyak aspek positif bahwa masih banyak yang harus di capai Athlete untu kesuksesan karir mereka. Yang pasti sih mereka mengerjakan setiap album dengan sangat baik dan akan selalu bisa membedakan Athlete dengan band yang lain, bahkan disama-samain dengan Keane pun, Athlete tetap aja beda.
Athlete ini punya masa depan yang cerah sejak dua tahun yang lalu, dan mereka bisa membuat album dengan lirik-lirik yang dalem dan sangat kaya dengan sound yang kontras dan komplit, nggak percaya, yaa dengerin aja buat buktiin kalau mereka memang pantas punya masa depan yang cerah di dunia musik.
Yang pasti pada awalnya berdiri personel Athlete ini beranggotakan Carey, Joel, Stephen and Tim yang pengen banget bikin album dan sekarang mereka udah bikin dua gol untuk dua album. Gol nomor satu ketika mereka muncul dengan musik yang mereka usung. Diawali dengan memainkan lagu-lagu yang mereka cintai, mengerjakan album dengan sangat apresiatif yang mereka bawa ke dalam musik. Mereka ini sangat menghargai kesederhanaan dari Mezzanine-nya Massive Attack yang bisa membangkitkan emosi dengan sesuatu yang biasa aja, lalu penggunaan string oleh Sea Change-nya Beck yang selalu nempel diingatan, juga ada The Soft Bulletin-nya Flaming Lips dengan musik yang so big and bold and beautiful. Athlete sangat menyadari bahwa mereka terinspirasi sama balance-nya Neil Young yang mencapai sukses diantara sound-sound yang menyenangkan dan lirik yang sangat dekat dengan kehidupan. Untuk goal nomor dua, Athlete ingin jujur dan terbuka dalam bermusik.
Athlete menyelesaikan hampir dua tahun tur untuk album Vehicles And Animals. Itu semua diawali dengan debut mereka di gig Deptford Pub di bulan Maret 2002, bulan yang sama ketika mereka melepaskan debut single ‘Westside’ yang dirilis di UK. Itulah awal titian karir Athlete. Karena jadwal show duluan daripada rilis album, sambil manggung mereka tidak dapat menyelesaikan menulis albumVehicles And Animal, mereka perlu waktu tersendiri untuk rekaman, tapi Deptford show membuat mereka sukses melewati 200 gig yang berakhir di Januari 2004 tahun lalu dengan hasil penjualan album Vehicles And Animals terjual laris sepanjang jalan saat mereka show di Brixton Academy in London.
Sukses menyelesaikan show selama 22 bulan, mereka harus bersabar, mereka menerima kibordis Tim Wanstall. Diikuti dengan rilis album di UK, musim panas 2003 itulah mereka show di Glastonbury and T In The Park festival dengan live show yang memuaskan, Athlete juga sangat senang bahwa mereka dinominasikan untuk Mercury Award.
Rekaman di Sussex dan London lalu di mix di New York, hasilnya adalah sebuah album berjudul Tourist. Seperti juga halnya dengan Vehicles And Animals yang meledak dan membanggakan dengan sound gitar nuansa pop hooks. Yaitu tadi, coba aja dengerin lagu pembuka, ‘Chance’ yang dibangun dengan chorus yang membangkitkan semangat dengan nuansa wave di piano serta suara lembut nuansa electro dan kemudian perlahan menjadi keras tentunya dengan balutan lirik yang indah.
Tapi biar lebih kerasa Athlete nya sih ada baiknya BD dengerin lagu2 mereka dari album satu dan dua. Makanya buruan dikoleksi biar tau gimana hebatnya Athlete. Di Vehicles and Animals itu saja berisi 13 track 1. Salvador 2. Westside 3. One Million 4. Shake Those Windows 5. Beautiful 6. New Project 7. You Got the Style (v) 8. Vehicles and Animals 9. Out of Nowhere 10. Dungeness 11. You Know 12. Casio 13. Few Differences
lalu di album Tourist berisikan 11 track, 1. Chances 2. Half Light (v) 3. Tourist 4. Trading Air 5. Wires (v) 6. If I Found Out 7. Yesterday Threw Everything at Me 8. Street Map 9. Modern Mafia 10. Twenty Four Hours 11. I Love
dan tentunya Half Light sedang berada di chart top 10 VNOS.
ps. sisi..sisi..solly ya jeng, kok jadi Athlete? padahal udah turun top10. tapi mnurut aku band ini perlu banget kita ekspos karena top request (ngeles abis). maaph ya, jeng. gpp yaa..daripada situ saya limpahkan tugas nyekrip lagi. plis jangan dipecut yaa..minggu depan saya tak kan lupa lagi.
well...beginilah kisah si pelupa, padahal yang bawain program chart itu saya tapi kok saya bisa lupa lagi ya siapa2 yang ada di top10.hmm
  | Category: | Music | | Genre: | Other | | Artist: | Sarah Silaban |
Album : Akhirnya... Artis : Sarah Silaban Label : BMG Indonesia Tahun : 2002
Album ini berisi 10 track yang masing-masing side terbagi 5 track. Side A : Sungguh, Akhirnya, Ya Sudahlah, Bening Jiwa, Ada. Side B : Tiada Yang Lebih Berharga, Salah, Buka Mata, Walau Tak Bersamamu, Aku.
Mengandalkan hits single Ya Sudahlah yang kemudian disusul dengan Sungguh. Membawa angin segar di dunia industri musik Indonesia. Jarang ditemui penyanyi sekaligus pencipta lagu dan memainkan alat musik. Ibarat kata, Sarah musisi komplit. Tapi sayang sekali, angin segar tak lama berhembus, orang Indonesia kurang jeli kali ya dalam menilai. Album Akhirnya... tidak tergolong sukses. Lambat laun namanya hilang, tapi dibeberapa cover album artis Indonesia, namanya masih tertera sebagai pencipta lagu. Ehmm, sepertinya Sarah bakal muncul lagi di 2005 ini. Kabarnya juga nggak bareng BMG Lagi. Loh? Nah itu tugas anda sebagai wartawan bertanya langsung ke Sarah. Gue cuma mau bilang, kalau nanti albumnya keluar lu langsung beli aja, dari pada lu sama sekali nggak dengerin karya Sarah Silaban karena album Akhirnya udah nggak ada di pasaran. Pastinya lu rugi nggak dengerin lagu Buka Mata di album Akhirnya yang menurut gue lucu, isinya Sarah menasehati lu abis-abisan di lagu ini.hehe Ibarat kata untuk album kedua nanti, kalo lu bandel nggak beli yaa artinya lu tutup mata buat tujuh keajaiban dunia, nah ini keajaiban kedelapan deh. Yang gue sebenarnya nggak tahu kayak apa, tapi yakin deh, gue jarang salah ngomong dan gue jarang ngomong, begitu ngomong yah lu pertimbangkan deh yah..pertimbangkan seadil-adilnya, karena gue kesel sama orang yang nggak adil. Lu nggak mesti jadi pengacara buat tahu hukum kan? Pengacara aja bisa ngelanggar hukum. Tapi buat tahu Sarah, lu mesti beli kalo albumnya rilis. Kalo nggak rilis, yaa..lu sekolah hukum deh yah, tapi jadi pengacara bukan ketukan palu biar adil. Lebih baik lu jadi pendengar musik yang tahu bagaimana bersikap adil sama artis berkualitas. Dengan begitu, gue tidak akan sampai hati menghukum lu dan mengetukkan palu untuk terakhir kalinya. Yak..sidang selesai. Tidak ada yang salah, tidak ada yang benar, semua akan mengalir saja apa adanya. (diDJerama)  | Category: | Music | | Genre: | Other | | Artist: | Missy Higgins |
Pendatang baru, hebat, lagunya asik, nggak hanya sekedar penyanyi tapi talentnya juga bikin kita dengan rela mengacungkan jempol atau tepuk tangan kagum. Well..dia adalah Missy Higgins, seorang penyanyi dan penulis lagu dari Melbourne. Tentu lewat lagu ‘Ten Days’ kita bisa dengerin suara indahnya Higgins. Dan yang harus BD simak adalah..siapa dan bagaimana perjalanan karir Higgins di dunia musik sebenarnya sehingga bisa kita nikmati lagunya sekarang ini.
Musiknya sederhana dan enak didengar, nggak mudah dilupakan deh. Ini yang menjadi salah satu alasan mengapa Higgins baru-baru ini bisa ikut serta di turnya John Butler Trio dan Pete Murray. Itu juga makanya The Finn Brothers mengajaknya untuk ikut serta dibeberapa konser yang akan diselenggarakan, dan mengajak Higgins untuk mengikuti Homebake and Falls Festivals.
Missy Higgins memang patut diperhitungkan kemunculannya sejak pertengahan 2001 walaupun saat itu dia masih high school. Higgins memenangkan Triple J “Unearthed” dalam kompetisi demo album dan lagunya “All For Believing” jadi lagu yang paling sering di rikwes. Higgins kemudian tanda tangan kontrak dengan label lokal yaitu, Eleven. Tapi bagaimanapun Higgins sibuk merilis CD albumnya, dia menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu ke Eropa dan lebih banyak menulis musik di sana.
Sementara di sana, dia juga ngerjain live record untuk Triple J yang membawanya ke Los Angeles buat ngetes lagunya di beberapa stasiun radio, tentunya untuk mengetahui apakah lagunya Higgins ini diminati sama pendengar atau nggak. Beberapa label di US ternyata malah merespon dengan baik, keunikan musik Higgins yang dibawakan dengan vokal yang sedikit warna jazz dengan emotive lyrics. Sepanjang tahun 2002 adalah perjalan Higgins hingga akhir tahun dia bekerjasama dengan Warner Bros Records.
Tahun 2003, Higgins diundang ke Australian tours supporting the Waifs and George. Higgins mendapat applause yang meriah. EP self titlednya bertahan selama 9 bulan di peringkat atas chart national independent. Sebuah track dari EP tersebut yang berjudul Greed For Your Love. Lagu ini juga merupakan salah satu the Hottest 100 song of the year oleh pendengar Triple J.
Higgins menghabiskan waktu beberapa bulan untuk rekaman di US bersama seorang produser bernama John Porter yang juga pernah memproduseri The Smith, Ryan Adams, Los Lonely Boys dan albumnya ini dimixing oleh Jay Newland yang juga menangani Norah Jones.
Lagu pertama yang berhasil diangkat adalah ‘Scar’ dan ini sekaligus menjadi lead track di “The Scar EP” yang dirilis di Australia sekitar 2 Agustus 2003. Pada dasarnya, lagu Scar ini cerita tentang seseorang yang ingin menyimpan segala cerita dalam hidupnya. Melawan garis hidup, ini tentang kenyataan kalau BD berterus terang dengan orang yang salah dan menemukan jalan tuntuk bebas dari luka yang tertinggal. Gitu deh cerita tentang lagu Scar ini.
Scar EP ini jadi nomor 1 di chart Australia. Sejak ‘Scar’ memenangkan ARIA Award lagu ini jadi lagu yang paling sering diputar di radio Australia sepanjang tahun 2004.
Yang paling mengesankan adalah debut album ‘The Sound Of White’ yang dirilis 6 September 2004 langsung menjadi nomor satu dan cepat sekali mendapatkan platinum untuk penjualan terlaris.
Album ‘The Sound Of White’ ini dibuka dengan lagu yang pertama kali ditulis oleh Higgins, yaitu “All For Believing”. Kemudian adalagi 12 lagu lainnya yang memberikan sentuhan suara piano yang dingin dan agak-agak kejam gitu deh tapi indah didengarkan, seperti pada lagu ‘Nightminds’, ‘Any Day Now’, ‘They Weren’t There’ dan ‘Sound Of White’.
Lalu ada juga lagu dimana Higgins memainkan accoustic guitar di lagu ‘Don’t Ever’ dan single ‘Ten Days’. Jadi selain pinter nyanyi dan nulis lagu, Higgins juga gape mainin piano dan gitar. Untuk lagu ‘Casuality’ dan ‘This Is How It Goes’ merefleksikan latar belakang Jazznya. Sementara ‘Katie’, ‘The River’ dan ‘The Special Two’ adalah type lagu dengan lyric yang dark dan patut dijadikan single jagoan selanjutnya. Semuanya itu terangkum jadi satu dalam materi album Higgins yang nggak bisa disangkal kalau album ini juga terinspirasi dari kehidupannya. Album ini tidak rumit, tidak ada instrumen tambahan,…pokoknya pure and simple lah.. Dari semua lagu-lagu dalam album ini, sangat cocok sekali kalau album ini dinamai The Sound Of White.
October tahun lalu Higgin menjalani tur musiknya di Australia. Ini merupakan tur kelimanya selama setahun. Diikuti jadwal selanjutnya di UK dan New Zealand dimana Higgins akan tampil di club dan mensupport The Finn Brothers. Hingga November, Higgins menjadi special guest Finn Brothers di Australia.
Dengan segera setelah muncul di Homebake, 4 Desember tahun lalu, Higgins melanjutkan turnya ke US untuk beberapa show sebelum dia balik ke rumah untuk Christmas dan tampil di Falls Festivals.
Higgins memang sangat fenomenal di Australia, sukses membuktikan pada orang-orang yang hadir pada setiap pertunjukannya. Untuk itu, bertepatan dengan rilisnya album ‘The Sound Of White’ secara Internasional, Higgins sudah merencanakan turnya di tahun 2005 ini, diantaranya ke Amerika Utara dan Eropa.
Menurut Higgins, hal pertama yang biasanya terlintas dipikirannya untuk seorang penulis lagu adalah lirik lagunya dan selanjutnya adalah seberapa bagus live performancenya. Itu juga yang menjadi alasan kenapa Higgins mengagumi Aimee Mann.
Well..bisa dibilang..mereka berdua sama-sama penulis lagu yang hebat dan ketika mereka tampil di pentas adalah hal yang sulit untuk dilupakan.     | Ten Days | Apr 14, '05 3:54 AM for everyone |
 | Category: | Music | | Genre: | Pop | | Artist: | Missy Higgins |
Missy Higgins is a young (21 at the time of this review) upcoming star from Australia, her album has been #1 for a while I hear. She writes all her own music and lyrics. Also she knows how to play guitar and piano pretty well.
Her album The Sound of White is very mellow and melodic. All For Believing opens with a drone from Higgins and while accompanied with a piano. It is a very beautiful song. Ten Days she sings has most of a country feel to it, she is accompanied by a piano, acoustic guitar, and drums. Scar is the song that has got a lot of airplay, seems pretty catchy, definitely a good little tune. Do not ever, is a very quiet song and it pulls on your heart strings a bit, very good, it shows she has got a lot of songwriting talent. Unbroken, definitely sounds like another single, very catchy and well written, once again has a little country sound to it.
Overall this is quite an amazing find, I have a feeling once she is heard a bit more in America she will hit it big here too.
pertama kali gue dengerin single Ten Days yang baru aja dikirim sama label, gue langsung jatuh cinta sama lagu ini. komplit. seperti ini yang gue cari. aroma dan tastenya dapet. direkomendasi ast.md buat jadi NE dan gue langsung setujuh... nggak ada masalah.. di minggu yang sama Ten Days bakal bersaing dengan Shiver-nya Natalie Imbruglia. Gue bimbang juga mana yang bener2 gue jagoin. tapi ternyata Ten Days kalah sedikit peringkat. Nggak masalah. Di playlist siren gue masih tetap ten days yang top play..di susul sama Shiver, lalu beberapa lagu Damien Rice dari album 'O'
well..gue mau hunting recordnya Missy Higgins..(nggak tau kapan sempatnya..moga2 pulang ini langsung nemu)
 | Category: | Music | | Genre: | Other | | Artist: | siapa coba? mereka macem2..liat aja de |
hear say...... maxudnya, telinga saya mengatakan, bahwa ini keren Usher - caught up LL cool J f/ 7 Aurellius - hush Beck f/ Pharell & Jay-Z - frontin on debra Jack Johnson - sitting, waiting, wishing Athlete - wires Smashing Pumpkins - why i am so tired? (sampe skarang lom tau jawabnya) Pegawai Negeri - i cry again Damien Rice - the blower daughter (OST. CLOSER) Michael Buble - high and dry Mary J. Blidge f/ Will Smith - apa ni judule??gue lupa..gue lupaaa... Kenny G. f/ Earh Wind And Fire - the way you move Goldfinger - wasted Good Charlotte - i just wanna live Bjork - oceania Tori Amos - sleeps with butterflies The Cure - friday i'm in love - boy's dont cry - promise Minoru - kuingin kau tahu
well..masih ada lagi sii.. tapinya gue buru2.. harus on-air 12 tengah hari ini.. ouuchhh...
i need a good sound to entertaint ma soul
k..next hear my sound - adore me whakakkakakka...yud..udah selesai blom gitarnya???
| Category: | Music | | Genre: | Other | | Artist: | it just me |
yang kemarin - You've Got A Friend - Sahabat Setia - Tiada Yang Lebih Berharga - Sahabat Sejati - I'll Be There For You - Shoulder To Cry On that's it...sudah cukup mendukung buat kemarin gak perlu banyak2 yang lu denger..yang penting maknanya
buat hari ini..cukup buat gue..BUAT GUE!!! - Ana Johnson : We Are - Sinead O'Connor : Nothing Compares To You - 5 4 Fighting : It's Not Easy To Be Me eiit..so why you gonna be me?? haha - GIGI : Perihal Cinta..*yeah..ternyata memang salah*
okay..thats it | Category: | Movies | | Genre: | Romantic Comedy |
BJD yang pertama gue udah nonton..dan kategorinya gue bilang bagus dee.. si Renee...lucu amat yaa?? konyol juga sii..
naa..buat BJD yang skarang gue blom liat.. CD Rom konyol...bego gak bisa ngebaca..tau deh salah apa.. giliran nonton di ruang tengah pasti kalah suara deh gue..
bakal ditunda nonton Amelie untuk kesekian kalinya..*nitip lagi ma Dhony filmnya* ugh..ugh..pengen nontooooon.. masih menanti peresmian Mega Mal yang bakal menghadirkan lagi 21..syalallalala.... | Category: | Music | | Genre: | Other | | Artist: | compilation |
10.12 am Play list forto day
Bangun tidur, freshing, bikin Coffee Carrebian Nut *biasa aja nih tastenya*, nyalain PC bangsat ini, mulai konsentrasi sama materi Jazz yang mau di script-in buat ntar malam..yeah..mari kita bicara tentang fusion yah para jazzy people. Denger2 tandemnya Poltak, Indra lagi kumat sakitnya..ckkckckckk..gimana too pak??cepet sembuh ajadeh. Lumayan lancar juga gue transletting hari ini..atau sama aja sii kayak kmaren2..pastinya gue buka kamus sana-sini..PC bangsat ini gak ada Linguistic-nya, mau gue install Cd-nya mala gak kebaca..dah bilang dari kmaren..gue aja dah gak bisa nonton film lagi lewat PC..udahlaa gue yang sangat2 keterbelakangan mental soal film gini. Sedih banget! Hari ini aja alhamdulillah banget bisa nyetel mp3..lagi pinter |
|