
Menurut Presiden Yudhoyono, bangsa Indonesia telah kehilangan salah seorang putera terbaik bangsa. "Seorang pejuang yang setia, prajurit yang sejati serta seorang negarawan yang terhormat," tambah Presiden.
Oleh sebab itu, lanjut Presiden, kehadiran mereka dalam upacara pemakaman Soeharto bertujuan ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. "Upacara ini menunjukkan penghormatan bangsa dan negara atas jasa-jasa dan pengabdian almarhum," kata Presiden.
Tepat sekali mengenai pendapat SBY.
saatnya mengenang kebaikan pak Harto. lupakan dan maafkan kekhilafan dan kesalahan beliau. setidaknya, saya nggak merasa dirugikan selama masa pemerintahannya (sekarangpun tidak).
beliau orang yang cerdas.
pembangunan banyak.
pertanian unggul.
olahraga juara (sea games, asian games nggak perlu dikhawatirkan)
yang penting, repelita beliau mantap dan terealisasi dengan bantuan orang-orang pintar di negeri ini.
masa kecil saya juga menyenangkan..
saya hanya akan mengingat kebaikan beliau dan istri. tidak untuk kesalahan-kesalahannya. wajar..dia bukan malaikat dan bukan juga nabi.
bukan saat yang tepat untuk membicarakan keburukan orang yang sudah meninggal, apalagi sudah dibilang SBY bahwa selama 7 hari berturut-turut adalah hari berkabung nasional.
Di akhir pidatonya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan ucapan selamat jalan. Kepada keluarga yang ditinggalkan, Presiden Yudhoyono mendoakan supaya mereka diberikan kekuatan dan ketabahan. "Selamat jalan Bapak Pembangunan. Sampai bertemu di sisi Tuhan yang Maha Esa," ujar Presiden Yudhoyono
selamat jalan eyang.
selamat berkumpul kembali dengan sang istri.
semoga bahagia di alam sana.
pesan eyang, mayang nggak akan dimasukkan ke dalam daftar keluarga besar cendana

bila waktu tlah berakhir, teman sejati tinggalah amal
ps. cakep mana pak harto apa sby? hehehehe..pak harto kayaknya.