tiara's posts with tag: kajian yerussalem

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kajian yerussalem
Blog Entrysaat Yerussalem menjadi renungan Jan 11, '08 4:31 AM
for everyone

inilah al-Aqsha yang sebenarnya, sementara yang digembar-gemborkan sebagai al-Aqsha yang berkubah emas dengan bangunan persegi delapan itu adalah Dome of The Rock.



Kota suci bagi kaum Muslimin setelah Makkah dan Madinah adalah Yerussalem.

Jika seseorang menunaikan ibadah Haji, ia akan mengunjungi Makkah dan Madinah, tapi tanpa Yerussalem.

Yerussalem adalah juga kota suci bagi umat Kristen dan Yahudi.

Kota ini diklaim sebagai ibukota Israel, meskipun tidak diakui secara internasional, maupun bagian dari Palestina.  Secara de facto kota ini dikuasai oleh Israel. Para elit Israel menganggap kota suci ini adalah bagian dari negaranya dan itu adalah bentuk ideologi "Zionisme”.

 
Kalau Makkah dan Madinah sudah jelas selalu dikunjungi setiap tahun, juga negeri yang aman dan damai.

Tapi kenapa setiap mendengar Yerussalem, begitu miris rasanya.

Kalau di Makkah ada Ka’bah dan Masjidil Haram, di Madinah ada Masjid Nabawi, maka di Yerussalem ada Masjid Al-Aqsha. Ketiganya adalah kota suci umat Islam, ketiganya mempunyai baitullah (rumah Allah).

 
Di Yerussalem, sebenarnya tak hanya Al-Aqsha yang berdiri, namun masih ada Dome of The Rock (bangunan persegi delapan) atau Qubbah as-Sakhra yang merupakan bangunan indah milik muslimin yang berdiri megah di dalam cagar dinding-dinding kuno di kota Yerussalem Lama. Posisi bangunannya lebih tinggi dibanding masjid al-Aqsha yang terletak di bagian selatan Dome of The Rock.

 Lalu ada Sakhra atau ‘Batu Misterius’.

Merupakan artefak kuno yang letaknya tepat berada di bawah kubah Dome of The Rock.

 

Beberapa situs lainnya adalah

Qubbah as_silsilah (Dome of Chain) berada tepat di sisi kiri Dome of The Rock, didirikan oleh Khalifah Abdul Malik ibn Marwan dari Dinasti Umayyah.

Qubbah an-Nabiy (Dome of the prophet) berada di sisi Barat Laut Dome of The Rock. Disebut sebagai kubah nabi, karena merupakan tempat nabi mendirikan sholat sebelum ber-mi’raj.

Qubbah al-Mi’raj (Dome of Mi’raj)
Lokasinya berdekatan dengan kubah nabi.

Qubbah an-Nahawiyah
Merupakan bangunan sekolah sastra yang didirikan pada tahun 1270 Masehi oleh Amir Hasan ad-Din.
Nahawiyah berakar dari kata Nahwu yang artinya adalah salah satu ilmu gramatikal dalam bahasa Arab.

Gerbang Emas (Golden Gate)
Terdiri dari 2 ruangan yang dinaungi kubah.

Yang pertama adalah Bab ar-Rahmah (Pintu Rahmat) dan kedua adalah Bab at-Tawbah (Pintu Tobat).Menurut sejaawan, pada lokasi inilah seorang ulama besar Islam, Imam Abu Hamid al-Ghazali menyelesaikan karya utamanya, “Ihya ‘Ulumuddin”. Sedangkan umat Kristen percaya pada saat kedatangan Isa yang kedua atau The Second Coming, maka dia akan melewati pintu-pintu ini.

Mushalah Marwan
Berlokasi di sudut tenggara. Semenjak rezim Zionis melakukan eksavasi illegal, maka mereka mulai mengatakan bahwa bangunan ini asalnya milik umat Yahudi. Data yang mereka kumpulkan mengatakan bahwa tempat ini adalah kandang kudanya Nabi Sulaiman (Solomon Stables). Namun dibantah para ulama, lokasi ini dibangun oleh Dinasti Umayyah pada abad ke-8 sebagai mushalah sekaligus untuk menyamakan ketinggian pondasi bangunan yang terdapat di sebelahnya yakni Masjid al-Aqsha.

Museum Islam, adalah museum tertua di Yerussalem

Qubbah al-Khalili
Dibangun sejak awal abad ke-8 untuk mengenang Syeikh Muhammad al-Khalili.
Situs ini sering dirujuk sebagai Dome of Hebronite.

Mimbar Burhanuddin
Mimbar paling tua di pelataran bagian selatan dari Dome of The Rock. Dibangun pada abad ke-7 tahun Hijriyah. Namanya diambil dari seorang Qadi di Yerussalem pada abad ke-14 Masehi.

Umat Yahudi bertekad menghancurkan dua bangunan utama di pelataran Haram al-Syarif, yaitu Masjid al-Aqsha dan Qubbah as-Sakhra. Penghancuran ini bermula saat kaum Zionis menduduki Yerussalem Timur pada tahun 1967 M – 1969 M.



Beberapa upaya Zionis untuk merusak Bait al-Maqdis :

21 Agustus 1969,
Seorang turis asal Australia, Michael Denis Rohan, membakar masjid al-Aqsha dan memporak-porandakan bangunan di sisi tenggaranya.

Kebakaran itu menghanguskan sebuah mimbar yang berusia 1000 tahun milik Salahuddin al-Ayyubi yang dibuat dari kayu jati dan gading.

Rohan adalah penganut Kristen Protestan evangelis dari sekte Church of God. Tindakannya ini dengan harapan mempercepat kedatangan Messiah. Dia hanya bercita-cita ingin merobohkan Masjid al-Aqsha dan membangun Kuil Yahudi di sana. AKhirnya dia divonis tidak waras dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa, lalu di deportasi ke Australia.

 

2 Maret 1982
Sekelompok pelajar dan warga yang pindahan dari Kiryat Arba’, menyerang al-Aqsha dari Bab as-Silsilah.


30 Maret 1982
Kelompok Yahudi fundamentalis yang bernama grup TMF (Temple Mount Faithful) disertai anggota Knesset, Geula Cohen dan Ben Porat, telah memasuki areal Masjid al-Aqsha dengan cara yang sangat provokatif.

 

3 April 1982
Sekelompok Yahudi fundamentalis mencoba menyerbu al-Aqsha dari pintu Dung. Namun usaha ini berhasil dicegah oleh para penjaga Departemen Waqaf. Salah seorang penjaga mati tertembak.

 

8 April 1982
Kelompok TMF kembali beraksi dengn meletakkan bom rakitan palsu seraya mengancam dengan sebuah spanduk yang dipajang di depan pintu Masjid al-Aqsha.

 

11 April 1982
Seorang tentara Israel asal Amerika, Allan Goodman, memasuki Masjid Qubbah as-Sakhra dan mulai menembaki setiap orang secara membabi buta.

 

12 Mei 1982
Seorang sersan Polisi Yerussalem melakukan pelanggaran dengan memasuki areal Masjid al-Aqsha. Dia mengatakan bahwa dia hanya berupaya untuk memverifikasi dakwaan yang dibuat oleh Geula Cohen bahwa di dalam areal masjid ada pembangunan illegal.

 

22 Mei 1982
Yahudi fundamentalis memasuki areal Haram as-Syarif sambil menyebarkan selebaran yang memprovokasi umat Yahudi untuk memasuki Masjid al-Aqsha dan beribadah di sana

 

4 Juni 1982
Sebuah kelompok Yahudi ekstrimis telah mengirim sebuah surat terror ke Dewan Waqaf Islam yang isi ancamannya adalah peledakan Masjid al-Aqsha.

 

7 Juli 1982
TMF kembali beraksi dengan melakukan demonstrari di areal  Masjid yang tujuannya mendukung invasi Israel atas Lebanon.

 

28 Juli 1982
Sekelompok pelajar Yeshiva yang bersenjata, menduduki tiga buah bangunan apartemen penduduk. Mereka meneror para penghubi termasuk anak-anak balita Palestina yang tinggal di gedung tersebut.

Mereka meninggalkan gedung setelah diperintahkan oleh pihak Kepolisian Israel.

 

5 Maret 1983
Sebuha bahan peledak ditemukan di jalan menuju Masjid al-Aqsha di dekat Bab al-Majlis.

 

14 Januari 1984
Sebuah brosur palsu disebarluaskan untuk turis. Gambar pada brosur itu bukan lagi Qubbah as-Sakhra dan Masjid al_Aqsha, tetapi dua buah altar Yahudi

 

27 Januari 1984
Yahudi fundamentalis datang pada malam hari dengan membawa bahan peledak untuk meledakkan Masjid al-Aqsha, tapi tertangkap basah oleh para penjaga.

 

24 Januari 1984
Yahudi fundamentalis mendeklarasikan bahwa mereka akan merayakan ibadah paskah tahun itu di dalam pelataran Haram al-Syarif. Mereka juga akan memotong dan mmbakar hewan kurban di sana.

 

29 Maret 1984
Departemen Arkeologi Israel yang dibawah payung politik Menteri Agama Israel telah membangun terowongan di sisi tembok bagian Barat Masjid al-Aqsha dan bedekatan dengan Gerbang Dung.

 

23 April 1984
Yahudi ekstrimis memasuki kawasan al-Aqsha secara paksa sambil membawa senjata di saat  muslimin mendirikan sholat. Mereka juga melakukkan berbagai aksi yang tidak bermoral dan sempat membuat para balita menangis dan ketakutan.

 

25 September 1984
Yahudi TMF berusaha melakukan ibadah di pelataran Masjid al-Aqsha, tapi berhasil dicegah oleh para penjaga Waqaf Islam.

 

8 Januari 1986
Anggota Knesset didampingi oleh beberapa Yahudi ekstrimis bersaha melakukan ibadah di pelataran Masjid al-Aqsha.

 

9 Januari 1986
Ekstrimis TMF memasuki Masjid al-Aqsha setelah mengibarkan bendera Israel di Gerbang Dung, tapi pihak polisi akhirnya menurunkannya.

 

14 Januari 1986
Pemuda Muslim malakukan aksi demonstrasi untuk mencegah Rabbi Eliezar Waldman yang melanggar masuk ke dalam pelataran Masjid al-Aqsha. Tentara Israel menggunakan gas air mata untuk mengusir para demonstran dan menangkap 19 orang.

 

19 Januari 1986
Sebuah organisasi Zionis, Gerakan Kach yang dipimpin oleh Mair Kahn, secara terang-terangan melakukan pelanggaran dengan cara memasuki pelataran Masjid al-Aqsha . Mreka di cegah oleh sekelompok pasukan perbatasan Israel dan ditahan satu jam sebelum akhirnya dibebaskan.

 

 

Nanti deh lanjut nulis lagi….


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help