
saya melihat ke sekitar
dari microba, semut, manusia, gajah, pyramid, lautan
semuanya begitu berbeda senantiasa, tak satupun serupa
saya dapati waktu silih berganti
anak-anak bertumbuh dan meremaja
remaja-remaja yang dewasa kemudian menua
masing-masing yang berbeda dan berubah mendapati satu yang masih sama
bahwa matahari masih terbit di timur
lalu terbenam nanti di barat
saya, kamu, kalian, kita, lalu mendongak ke langit biru
lalu kita tidak mendapatkan biru yang sama di masing-masing mata kita
lalu saya tertawa, mengapa kita harus berselisih?
bukankah masih banyak harapan kehidupan sebelum matahari
berubah terbit di barat dan terbenam di timur?
(di bulan desember, 2007)