tiara's posts with tag: review album

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag review album
ReviewReviewReviewReviewIndah Pada WaktunyaDec 12, '05 1:20 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Pop
Artist:La Luna
"Terkadang kita bersandiwara seolah bahagia, dalam tawa yang panjang harap duka hilang"

Laluna.
Okay. walaupun sekarang banyak bermunculan grup musik nuansa tahun dulu sekian, tapi gue bilang la luna tetap punya ciri khas yang kita tuh langsung tau kalau ini lagunya la luna. pertama dari karakter vokalnya Manik, dan kedua dari musik mereka yang gue rasa ritmenya ya begitu-begitu aja. La Luna ya begitu-begitu aja, nggak ada yang spesial, selain gue tambah suka sama mereka. ya kalau mereka bikin nuansa yang luar biasa artinya mereka kehilangan ciri khas La Luna, dan belum tentu smua orang bisa menerima itu. Coba dengerin hits yang mereka jadikan single, dari penggalan kisah lama, impian, selepas kau pergi,
terpanah asmara yang nuansanya selalu asik.
Mereka selalu pintar membawa kita ngerasa seperti berada di bawah langit dengan pancaran sinar bulan dan kalau riang emang bener2 ngebawa kita ke alam riang.

Untuk album Indah Pada Waktunya menghadirkan single andalan Tiada Yang Abadi yang udah mencuri pendengaran gue yang akhirnya memutuskan untuk beli album ini. Selain itu karena gue sering dapat log buat nyetel spot promonya La Luna juga pas siaran. Dan nggak nyesel, selama seminggu gue dengerin album ini terus tanpa bikin gue eneg.
Asiknya lagi, album ini dikemas beda.
Setiap mau mulai lagu-lagu baru pada album ini, selalu disuguhi dulu dengan penggalan lagu-lagu lamanya La Luna yang dinyanyikan oleh orang-orang yang nggak biasa pula.

Album ini dibuka dengan:

Track 1. Di sini Untukmu
Lagu pembukanya adalah Selepas Kau Pergi dari album Menanti Pagi, yang dinyanyikan oleh The La Lunis.
Di Sini Untukmu bernuansa riang. Ceritanya seseorang ditinggalin orang yang disayangin tuh nggak boleh sedih, karena ada yang lain yang nyata-nyata menunggu dan sangat sayang sama dia.
Nuansa riangnya gue suka aja.

Track 2. Tiada Yang Abadi
Dibuka dengan lagu Berpisah di album Menanti Pagi, yang dibawain oleh Alvin 'Harapan Jaya'
Cerita sepi yang selalu datang bila malam tiba, karena semua udah sirna dalam sekejap. Intinya nggak ada yang abadi.
Lagu ini juga bikin kita ngerasa sepi.

Track 3. Tetap Setia
Diawali lagu Cemburu dari album Penggalan Kisah Lama yang dinyanyikan oleh Viktor A.M.
Gue rasa sih, pembagian suara mulut di opening song ini sedikit mengganggu.
Lagunya sendiri bercerita, ada yang berubah dan berganti,
tapi yang namanya setia tetap aja selalu menunggu di siang dan malam.
Masih dengan nuansa riangnya La Luna.

Track 4. Sebelum Senja
Ada lagu Penggalan Kisah Lama yang diambil dari album berjudul sama. Kali ini dihadirkan oleh suaranya Tetty Kadi dengan nuansa seperti abis keluar dari mobil terus menuju bandara.
Di lagu ini ada kalimat yang gue suka. Terkadang kita bersandiwara seolah bahagia, dalam tawa yang panjang harap duka hilang.
Tetap dengan keriangan yang dihadirkan oleh La Luna.

Track 5. Satu Yang Ku Mau
Ada Terry yang nyanyiin lagu pembuka, yaitu Terpanah Asmara dari album Menanti Pagi.
Lagu ini nuansanya lembut, selembut usaha buat jadi kekasih seseorang yang diinginkan. hehe

Track 6. Kau Tak Sendiri
Uci 'Kubik' menyanyikan penggalan lagu Pagi dari album Penggalan Kisah Lama.
Disambung dengan keriangan La Luna dalam memandang hidup yang selalu ada senang dan duka.
Tapi ternyata manusia nggak pernah sendirian, selalu ada yang lain untuk merasakan bersama.
Intinya ya nggak boleh larut dalam sedih.
Gue rasa ini lagu penyemangat generasi muda yang terkadang galau dan gamang?!

Track 7. Mendamba Kilaumu
Dibuka sama lagu Pujaan Hati masih dari album Penggalan Kisah Lama yang dinyanyikan oleh Anak Jalanan Asuhan Harry Roesli Foundation
Keriangan yang dihadirkan oleh anak jalanan ternyata nggak sepihak sama La Luna yang menghadirkan nuansa mellow lagu ini.
Nuansa dulu-dulunya di lagu ini kerasa banget.
Ada suara Clarinet Synthe serta sample bunya 'jangkrik'
Liriknya sedih, seperti..Mengagumimu sungguh menyakitkanku karena beribu langit mendamba kilaumu, Merindumu sungguh menyakitkanku karena tak hanya aku yang mengharapkanmu.
Jadi kalau secara lirik nih, orang yang di damba itu cakep banget kali yah? berkilau sepertinya.

Track 8. Tak Seindah Dulu
Damn. Lagu ini bisa bikin rusak kaset yang gue beli. Waktu itukan gue gak nemu CD nya.
Kenapa bisa bikin rusak? karena lagu ini yang bolak balik gue denger. Mau lagu pembuka maupun lagu track 8 ini bener2 mencuri pendengaran gue.
Dibuka dengan lagu Kau Temanku dari album Penggalan Kisah Lama. Dinyanyikan oleh Kiki Chan 'Olive Three' yang vokalnya gue suka dong deh, apalagi dengan nuansa loops sepertinya (iya nggak si?).
Tapi beda dengan lagu Tak Seindah Dulu yang ternyata lebih dinuansai dengan brass section (Saxophone,trombone,trumpet). Jadi lagu ini kaya dengan bebunyian. Cerita yang sedih tentang orang-orang yang nggak seperti dulu lagi. Sedihlah pokoknya menurut gue (pengalaman pribadi nih, ti?)


Track 9. Sejuta Harap
Dibuka dengan lagu Impian dari album Dua Musim, kali ini dinyanyikan oleh Abay 'Silver string' dan Goby 'Space Astronouts' perpaduan vokal mereka berdua gue suka. Mungkin next tyme boleh nyanyi berdua? hehe
Kembali diiringi sample suara 'jangkrik' untuk lagu yang penuh harap ini. Udah pasti nuansanya sedih.
Suaranya Manik emang kayaknya berharap banget di lagu ini, diiringi gitar dan suara cello.
Dan kau terdiam menatapku tanpa belas, tanpa hati, tanpa hati.
Gue suka sama kalimat ini di mana kata belas tidak harus dilanjutkan dengan kasih menjadi belas kasih. Pinter!

Track 10. Senyum Pagi Ini
Uja 'Dub Deluxe' membuka lagu ini dengan Menanti Pagi dari album berjudul sama.
Kembali menghadirkan keriangan La Luna. Tapi sebenarnya ini bukan lagu berlirik riang menurut gue.
Bisa jadi besok hari udah nggak ada pertemuan lagi. Seperti juga judul lagu di track 2 yaitu Tiada Yang Abadi.
Kalau misalnya besok udah nggak ketemu lagi, maka hari ini akan diberikan senyum yang terbaik.
Dilengkapi dengan choir anak-anak masih dari Anak Jalanan asuhan Harry Roesli Foundation yang ber la..la..la..la riang.

Album ini bener-bener diakhiri dengan La..la..la..la..tapi dengan nuansa yang nggak jelas, entah nuansa sedih, nuansa ngantuk atau apa?
tapi gue suka album ini.

Dengerin La Luna, vokalnya Manik suka membawa gue ke alam film anak-anak penuh dengan pesan.
Menurut gue suaranya Manik itu unik loh. Suaranya tinggi ya padahal, tapi dia ngebawain dengan lempeng aja gak ada beban.
Tentunya juga di dukung oleh Uti, Erwin, dan Boyan yang tetap konsisten pada musik La Luna yang begini-begini aja. Ya kalau nggak begini, bukan La Luna dong.
Dengerin album 'Indah Pada Waktunya'ini bikin gue ngecek lagi lagu-lagu lamanya La Luna, bahkan pengen beli.
Misalnya aja gue suka sama lagu Kau Temanku, tapi gue gak dapetin albumnya.
But, ntar setelah hujan reda gue mau ngecek toko kaset di dekat hotel santika itu..dulu gue pernah liat masih ada stock :)
Well..dari dulu gue suka La Luna, cuma gak terlalu mengikuti jadi gue nggak mengoleksi album mereka.
Buat sekarang, gue bilang gak rugi lah beli album ini.


Blog Entryskrip : tERe (fotismini : 19 Sept.05)Sep 22, '05 6:05 AM
for everyone

Scene 1

Dan setiap detik waktu yang menghampiri, dapat menjelma menjadi kepingan pengalaman yang BEGITU BERHARGA, serta membuat hidup ini terus bermakna.


Penggalan kalimat tadi bisa ditemui di album terbaru dari perempuan yang satu ini, penyanyi yang bakal kita obrolin selama satu jam di FOTIS MINI edisi
19 September 2005.

Mengawali karir dengan Awal Yang Indah lalu terus meniti karir dengan bukti Sebuah Harapan dan kini ia merasa semua itu Begitu Berharga.

Tentunya itu semua adalah judul album yang telah dihasilkan oleh perempuan yang bernama lengkap Theresia Ebenna Ezeria Pardede yang sangat kita kenal dengan nama singkat, tERe.

 

Scene 2

Sebelum lebih jauh kita ngobrol tentang tERe sebagai salah satu penyanyi perempuan di Indonesia yang cukup berkarakter, tentu kita mesti tahu dulu ni, FOTIS MINI kita kali ini lahir di Jakarta, 2 September 1979, merupakan anak dari pasangan TM Pardede dan Lersiana Purba.

Alumni SMU 70 Bulungan Jakarta dan sarjana Periklanan Komunikasi Fisip Universitas Indonesia 2005.

Sejak kecil tERe memang sangat tertarik dengan segala sesuatu yang berbau seni. Menggambar, menyanyi, membaca puisi, bahkan menari, adalah yang kerap menjadi bagian dari kesehariannya.

 

Scene 3

Nah, pas remaja, tERe mulai fokus pada seni musik dan visual. Di SMU 70, tERe menemukan dunianya, karena di sana tERe merasa memiliki ruang untuk berekspresi.

Lewat ekskul Bulungan Art Club, tERe menyalurkan kebutuhan berekspresi secara visual, dengan gambar, kartu-kartu spanduk dan berbagai bentuk kreativitas visual yang lain. Sementara minat musiknya semakin terlihat jelas saat tERe duduk di kelas2, bersama keempat temannya yang semua perempuan, membentuk band yang diberi nama Screewel, mengusung lagu-lagu alternatif yang lagi trend saat itu. Sempat juga mereka tampil di beberapa pensi seperti band anak sekolah kebanyakanlah..

Screewel emang nggak bertahan lama karena semua personil konsentrasi ngadepin ujian untuk kelulusan, tapi semangat tERe nggak surut. Akhir tahun 1995, tERe bergabung dengan band teman kakaknya, Stop Band, sebagai vokalis, yang kemudian berganti nama menjadi KILAU.

Tahun 1997, bersama KILAU, tERe sempat menjadi band pembuka dan backing vokal Reza, saat live performance di Trisakti. Lalu di 1998, masih bersama KILAU, tERe menjadi band pembuka sekaligus backing vocal Ahmad Band di Hard Rock Café. Di tahun ini pula tERe menjadi semifinalis Aksi Gaya salah satu produk deodorant di salah satu tv swasta nasional.

 

Scene 4

Wow..spertinya tahun 1998 adalah tahun keberuntungan bagi tERe, karena kesunguhannya bermusik bisa menunjukkan titik terang. TERe berhasil mendapatkan kontrak rekaman album solo di Aquarius. Buat tERe tentu keberuntungan ini merupakan bagian dari rencana Tuhan.

Namun, nggak berarti segalanya menjadi sangat mulus. Karena pembuatan album perdana tidaklah semudah yang dibayangkan tERe, bahkan dibutuhkan sekitar 3 tahun sampai akhirnya debut albumnya berhasil rampung. Tapi, tERe masih diberi kesempatan untuk terus mengasah kemampuannya melalui album kompilasi dan kemudian menjadi penyanyi tamu di lagu PAS Band ‘Kesepian Kita’ yang semakin melambungkan nama tERe.

 

Scene 5

Oktober 2001, debut solo album tERe, dengan single pertama yang merupakan judul albumnya, ‘Awal Yang Indah’ rilis di pasaran. Menurut tERe, dibutuhkan sebuah perjalanan yang cukup berliku dan penuh kesan untuk mengawali karir dengan indah.

Untuk lagu-lagu di album ini, tERe lebih banyak bekerja sama dengan Sarah Silaban yang mencipta sebagian besar lagunya, juga Eka yang sekarang menjadi suaminya. Satu lagu yang juga masuk dalam kompilasi NAH adalah ciptaan Bebi ‘Romeo’ dan Ahmad Dhani, yaitu lagu Sendiri. Untuk album pertama, adalah awal yang bagus tERe sudah mengkontribusi lagu&lirik ciptaannya di ‘Bila Tiba Saatnya’

Album ‘Awal Yang Indah’ ini diproduseri sama Denny Chasmala. Sementara tERe ikut andil mendesain cover bersama Tepan Cobain.

Awal Yang Indah diganjar dengan penghargan platinum karena terjual lebih dari 150.000 kopi.

Sedihnya, album ini sempat dibajak, ditemukan bajakan album yang dijual di toko kaset resmi. Mudah-mudahan yang BD punya adalah yang asli yahh..

 

Scene 6

Lewat album pertama, mungkin BD udah yakin kalau tERe bisa bertahan untuk album selanjutnya. Bisa didengar karakter vokal yang dimilikinya yang bisa bikin kita langsung tahu kalau itu lagunya tERe.

Buktinya, berselang 2 tahun tERe meluncurkan album ‘Sebuah Harapan’ di bulan September 2003. Album ini selesai dikerjakan makan waktu 7 bulan di studio.

Kenapa ‘Sebuah Harapan’? karena tERe yakin bahwa harapan adalah sumber energi bagi setiap kehidupan, yang diberikan Sang Pencipta untuk seluruh makhluknya, dalam bentuk cinta. Menurut tERe, dengan Sebuah Harapan, siapapun mampu bertahan, menjalani apapun yang terjadi di kehidupan ini.

 

Scene 7

Untuk album Sebuah Harapan, tERe masih bekerja sama dengan Sarah Silaban, Eka Vandella suaminya, Denny dan Irfan Chasmala, serta Ricky FM.

Ada satu lagu di mana tERe berduet dengan Valent yaitu di lagu Mengapa Ini Yang Terjadi yang menjadi soundtrack FTV.

Di album ini banyak yang bilang tERe terkesan gothic dari segi cover dikonsep sendiri sama tERe.

Adapula yang bilang kalau tERe adalah Avril Lavigne-nya Indonesia. Tapi kalau menurut scriptwriter..ahhh nggak juga tuuh…masasiih? Coba deh cermati lagi.

 

Scene 8

Untuk seorang penggemar atau fans-nya tERe pasti menunggu-nunggu album selanjutnya untuk dijejerkan bersama koleksi album sebelumnya. Nah, bersuka citalah karena tERe terus berkreatifitas di industri musik Indonesia. Tahun 2005 ini tERe muncul kembali dengan album ‘Begitu Berharga’ dengan single hits ‘Dosa Termanis’ ciptaan Dewiq dan tERe. Masih juga dibantuin sama the Chasmala, Sarah Silaban, bahkan kali ini lebih luas, tERe dibantuin juga sama Riani Sovana, Wawan, Bato’ dan Iman ‘J-Rocks’.

Satu lagu yang terasa special karya Ian Antono dan Taufik Ismail, di aransmen ulang, yaitu Panggung Sandiwara. Dan untuk lagu Pasangan Sepadan menjadi salah satu soundtrack di film Dealova.

 

Scene 9

Well, kalau dilihat dari segi cover, kelihatannya tERe jatuh cinta sama japanese style dan olah raga taebo. Tapi covernya asik..cerah..nggak menggambarkan tERe yang selama ini terkesan gothic and gloom. Denger-denger sih tERe udah bisa lebih luas menilai hidup yang nggak dari sisi gelapnya aja. Makanya, di cover ‘Begitu Berharga’ ini BD bisa lihat tERe senyum dan tertawa. Cantik loh dia..makanya jeng..hidup ini kan indah..nggak selalu gelap..yatoohh??

Buat para tERenity (fans-nya tERe) buruan aja koleksi album ini, nggak rugi kok. dan bisa kunjungi websitenya di

www. teretorial.com

 

Congratulation, untuk lagu ‘Dosa Termanis’ jadi #1 di Indonesia 10 edisi 18 September 2005 ini.

Support your favourite artist on Fotis Mini.

 

List lagu yang diputar :

1.         Sampai Nanti

2.          Awal Yang Indah

3.        Sendiri

4.          Mengapa Ini Yang Terjadi

5.          Aku Patut Membenci Dia

6.          Selebihnya Dusta

7.          Sebuah Harapan

8.         Pencuri Hati

9.         Panggung Sandiwara

10.     Kala Cinta Bicara

11.      Dosa Termanis

 

(maunya sih diputer semua tiga album..hihi tapi kebanyakan ya..jadinya lagunya bisa dijadiin backsound juga deh…)

 

ps. dari tiara, tolong di pin buat sissi...


Category:Music
Genre: Other
Artist:sarah silaban
Dan ini kali kedua saya ngereview untuk artis yang sama namun album yang berbeda.
Kalau kemarin album pertama, kini setelah menunggu tiga tahun akhirnya Sarah Silaban muncul dengan mini album (inikah album yang kedua?)
Dari single pertama 'Juli di Bulan Juni' yang sudah duluan diputar di radio-radio sebelum album ini di rilis, saya bisa bilang..dia akan bikin suatu yang baru, tidak seperti dulu lagi yang dia bilang terlalu ngepop.
Lalu, ini apakah namanya?

Saya tidak tahu persis, ini musik bisa dibilang apa. Secara pendengaran pertama kali yaitu versi samplenya, saya cuma bilang..'kok intronya mirip vanessa carlton' tapi selebihnya nggak.
Setelahnya saya bilang kalau dia selalu punya lagu yang aneh tapi bikin nagih didengar.
Lumayan lama juga menunggu mini album ini rilis. Sementara ada fans-nya yang bertanya pada saya, gimana bisa dapetin lagi album pertamanya Sarah. hmm..saya angkat tangan.
Juli di Bulan Juni, sebagaimana juga judul film layar emas karya Monty Tiwa disalah satu tv swasta nasional memakai lagu ini sebagai soundtrack. Sebuah film yang dibintangi Tora Sudiro, Sissy Priscilla dan Ariyo Wahab dengan cerita yang tak biasa pula. Sama klopnya.
Cerita tentang seorang gadis disleksia yang pada akhir cerita menjadi seorang penulis yang menceritakan tentang bencana di Aceh. Sayang sekali cerita film ini terkesan buru-buru di akhiri sehingga, saya sebagai penonton jadi bertanya 'kok bisa?'. Mungkin harusnya layar lebar saja, biar punya banyak waktu menyelesaikan cerita. Stop review film, saya sedang mereview album.

Apa yang bisa dihasilkan Sarah dengan keminimalisan player?
Saya rasa dia cukup cerdas untuk mengonsep musiknya ini.
Untuk itu saya nggak jadi mencoret namanya sebagai musisi yang perlu dibanggakan di jagad Indonesia ini.
Mini album yang entah judulnya apa. Mini album kah? atau Sarah Silaban kah? yang pasti dia sudah berani memakai nama Silaban di sini, setelah di album pertama (akhirnya...) dia pakai nama Sarah, saja. Good woman!

Album ini sendiri berisi 5 lagu. Dua lagu yang sama tapi dibikin versi berbeda. Yaitu JDBJ radio edit dan JDBJ versi full band. Masing-masing diletakkan pada awal dan akhir album.
Lagu ini yang menjadi lagu jagoan dari mini album. Belum rilis saja tapi udah diputar di radio-radio. Dan jangan kaget, saat kamu mendengarkannya di radio A maka akan berbeda dengan radio B, beda juga dengan radio C, D dst. Seperti yang saya alami, apa yang dia kasi ke radio saya ternyata bukan versi radioedit maupun fullband, berbeda juga dengan apa yang diputar di radio prambors. Hmmm..ini penyebaran sample yang aneh tapi bekerja juga sii. Masing-masing radio penasaran. hihi.

Untuk track kedua, berjudul Pengecut. Musik sederhana tapi urusan lirik, saya masih tidak habis pikir, kenapa orang ini ajaib? "Katakan bagaimana kau mengubahku menjadi seorang pendusta yang terendah dan pecundang yang terbuang...."
Dari keseluruhan lirik, jujur saya belum pernah baca lirik yang jujur ini. Bisa dirasakan saat kamu punya seorang yang pengecut di luar sana.

Untuk track kedua, dengan judul 'Everything' membuktikan kalau cuma pakai gitar aja, Sarah bisa dengan sampai hati menyampaikan lirik ini. You say love won't do in 2 weeks due? kamu harus dengerin lagu ini dan kamu bakal tahu kalau love will do in 2 weeks due. hihi.
untuk kalimat to fix your heart with me, kenapa secara tak sengaja saya jadi teringat sama kata Coldplay ya?? fix you..hihi.
Hmm..di lagu ini kabarnya Sarah nyerah main gitar, jadi guitar partsnya dibantuin sama seorang teman bernama Taji. Asal kalau live Sarah jangan main gitan bohongan aja yaa.hihi.

Lanjut ke track ketiga, berjudul 'Dingin'. Kamu pernah bertemu dengan orang yang dingin? atau orang yang bercerita tapi nggak ada kamu dalam cerita itu? atau saat kamu bicara tapi orang yang diharapkan mendengar terkesan gak mau mendengarkan, atau seperti lagu ini yang susahnya dapetin kata maaf? Selintas pertama, saya dengerin lagu ini, hmm..sedih sih.
Tapi begitu saya berangkat ke luar kota, Yoda bilang lagu ini bagus. Begitunya lagu ini bisa mengajak untuk bersedih diperjalanan, sepanjang jalan yang gelap, dengerin lagu ini, hingga tidak sadar saya tertidur hingga tersadar lagi ternyata lagunya sudah habis sebelum saya habis mendengarkannya, terpaksa diulang lagi, menikmati lintasan jalan yang gelap, dinginnya ac mobil. Well, kamu bisa rasain gimana bisa nyaman untuk tidur di mobil malam hari dengan ac yang menyala, tapi kamu nggak bawa selimut, cuma menatap lekat malam yang pekat, sementara perjalanan berakhir pada saat matahari dipukul 5 pagi. Sukses..10 jam dalam perjalanan, DINGIN.
Begitu lamanya untuk menunggu sampai ke tujuan. Tapi ada yang terasa lebih lama lagi, yaitu menunggu maaf yang nggak pernah terucap.

Track kelima, JDBJ versi band. Tapi saya merasakan hampir sama saja, atau pendengaran saya yang mulai susah membedakan?
Perbedaan yang begitu terasa ada pada akhir track 5 ini. Kalau JDBJ radioedit tidak ada poemsnya, maka di bagian full band ini kamu bisa dengerin poem, atau sejenis kata bijak dari musisi yang saya bilang bijak ini. Dia benar kalau begitu. Tapi, mendengar kata bijak diakhirnya, sepertinya saya sedang mendengar...hmm..ah yasudahlah.

Untuk mini album ini, Zeki Siregar yang seorang menejer juga berperan sebagai a&r, dan untuk beberapa track di mixed by random (electronic groove).
Kabar bagusnya, mini album yang indie label alias diproduksi sendiri sama Sarah, dipublished oleh Universal.. Jadi kamu bisa lebih mudah untuk ngedapetinnya.
Cuma...untuk covernya, dikonsep lebih asik lagi bisa nggak?

Jadi apalagi yang bikin kamu nggak yakin untuk beli album ini?
Nunggu cd-nya beredar, yang kabar bakal dapetin video clip di situ?
hihi jujurnya saya juga iya, menunggu.
tapi daripada harus minjem kasetnya teman melulu, mending saya beli saja deh.
toh bagi saya, kalau sudah punya album pertama, maka harus punya album kedua dan seterusnya, selama saya masih yakin itu bakal bagus.

Dari keempat judul lagu, nuansanya nggak ada yang sama, tapi tetap fokus.
Kalau dengar lagunya, pasti bisa tahu ini lagunya Sarah.
Nggak cuma cd-nya aja sih yang ditunggu, tapi juga full albumnya.
Seorang teman yang direkomendasikan bilang "bagus..bagus, tapi sayang cuma lima lagu"
Hoho thanks God, karena dia berjanji membunuh saya kalau album ini tidak bagus menurutnya. Huh, harusnya komplain ke artisnya donk. Ya tapi untungnya bagus aja gitu.

Nah, buat Sarah, nggak hanya sampai di sini aja donk.
Juga jangan cepat puas, tapi juga mesti harus percaya, kalau teman-teman kamu bilang lagu kamu bagus maka yakinlah untuk merilis sebuah album.
Bukankah begitu, bung Zeki? hehe.

Saat kita hampir percaya bahwa dunia dingin dan beku, adakalanya hati dan ketulusan berada di tempat yang seharusnya (jdbj)

ps. sarah, kapan bisa diponten hasil koreksian? cedih ckali menunggu dipinggir kali. apakah aku tak naik kelas?


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help