Scene 1
Dan setiap detik waktu yang menghampiri, dapat menjelma menjadi kepingan pengalaman yang BEGITU BERHARGA, serta membuat hidup ini terus bermakna.
Penggalan kalimat tadi bisa ditemui di album terbaru dari perempuan yang satu ini, penyanyi yang bakal kita obrolin selama satu jam di FOTIS MINI edisi 19 September 2005.
Mengawali karir dengan Awal Yang Indah lalu terus meniti karir dengan bukti Sebuah Harapan dan kini ia merasa semua itu Begitu Berharga.
Tentunya itu semua adalah judul album yang telah dihasilkan oleh perempuan yang bernama lengkap Theresia Ebenna Ezeria Pardede yang sangat kita kenal dengan nama singkat, tERe.
Scene 2
Sebelum lebih jauh kita ngobrol tentang tERe sebagai salah satu penyanyi perempuan di Indonesia yang cukup berkarakter, tentu kita mesti tahu dulu ni, FOTIS MINI kita kali ini lahir di Jakarta, 2 September 1979, merupakan anak dari pasangan TM Pardede dan Lersiana Purba.
Alumni SMU 70 Bulungan Jakarta dan sarjana Periklanan Komunikasi Fisip Universitas Indonesia 2005.
Sejak kecil tERe memang sangat tertarik dengan segala sesuatu yang berbau seni. Menggambar, menyanyi, membaca puisi, bahkan menari, adalah yang kerap menjadi bagian dari kesehariannya.
Scene 3
Nah, pas remaja, tERe mulai fokus pada seni musik dan visual. Di SMU 70, tERe menemukan dunianya, karena di sana tERe merasa memiliki ruang untuk berekspresi.
Lewat ekskul Bulungan Art Club, tERe menyalurkan kebutuhan berekspresi secara visual, dengan gambar, kartu-kartu spanduk dan berbagai bentuk kreativitas visual yang lain. Sementara minat musiknya semakin terlihat jelas saat tERe duduk di kelas2, bersama keempat temannya yang semua perempuan, membentuk band yang diberi nama Screewel, mengusung lagu-lagu alternatif yang lagi trend saat itu. Sempat juga mereka tampil di beberapa pensi seperti band anak sekolah kebanyakanlah..
Screewel emang nggak bertahan lama karena semua personil konsentrasi ngadepin ujian untuk kelulusan, tapi semangat tERe nggak surut. Akhir tahun 1995, tERe bergabung dengan band teman kakaknya, Stop Band, sebagai vokalis, yang kemudian berganti nama menjadi KILAU.
Tahun 1997, bersama KILAU, tERe sempat menjadi band pembuka dan backing vokal Reza, saat live performance di Trisakti. Lalu di 1998, masih bersama KILAU, tERe menjadi band pembuka sekaligus backing vocal Ahmad Band di Hard Rock Café. Di tahun ini pula tERe menjadi semifinalis Aksi Gaya salah satu produk deodorant di salah satu tv swasta nasional.
Scene 4
Wow..spertinya tahun 1998 adalah tahun keberuntungan bagi tERe, karena kesunguhannya bermusik bisa menunjukkan titik terang. TERe berhasil mendapatkan kontrak rekaman album solo di Aquarius. Buat tERe tentu keberuntungan ini merupakan bagian dari rencana Tuhan.
Namun, nggak berarti segalanya menjadi sangat mulus. Karena pembuatan album perdana tidaklah semudah yang dibayangkan tERe, bahkan dibutuhkan sekitar 3 tahun sampai akhirnya debut albumnya berhasil rampung. Tapi, tERe masih diberi kesempatan untuk terus mengasah kemampuannya melalui album kompilasi dan kemudian menjadi penyanyi tamu di lagu PAS Band ‘Kesepian Kita’ yang semakin melambungkan nama tERe.
Scene 5
Oktober 2001, debut solo album tERe, dengan single pertama yang merupakan judul albumnya, ‘Awal Yang Indah’ rilis di pasaran. Menurut tERe, dibutuhkan sebuah perjalanan yang cukup berliku dan penuh kesan untuk mengawali karir dengan indah.
Untuk lagu-lagu di album ini, tERe lebih banyak bekerja sama dengan Sarah Silaban yang mencipta sebagian besar lagunya, juga Eka yang sekarang menjadi suaminya. Satu lagu yang juga masuk dalam kompilasi NAH adalah ciptaan Bebi ‘Romeo’ dan Ahmad Dhani, yaitu lagu Sendiri. Untuk album pertama, adalah awal yang bagus tERe sudah mengkontribusi lagu&lirik ciptaannya di ‘Bila Tiba Saatnya’
Album ‘Awal Yang Indah’ ini diproduseri sama Denny Chasmala. Sementara tERe ikut andil mendesain cover bersama Tepan Cobain.
Awal Yang Indah diganjar dengan penghargan platinum karena terjual lebih dari 150.000 kopi.
Sedihnya, album ini sempat dibajak, ditemukan bajakan album yang dijual di toko kaset resmi. Mudah-mudahan yang BD punya adalah yang asli yahh..
Scene 6
Lewat album pertama, mungkin BD udah yakin kalau tERe bisa bertahan untuk album selanjutnya. Bisa didengar karakter vokal yang dimilikinya yang bisa bikin kita langsung tahu kalau itu lagunya tERe.
Buktinya, berselang 2 tahun tERe meluncurkan album ‘Sebuah Harapan’ di bulan September 2003. Album ini selesai dikerjakan makan waktu 7 bulan di studio.
Kenapa ‘Sebuah Harapan’? karena tERe yakin bahwa harapan adalah sumber energi bagi setiap kehidupan, yang diberikan Sang Pencipta untuk seluruh makhluknya, dalam bentuk cinta. Menurut tERe, dengan Sebuah Harapan, siapapun mampu bertahan, menjalani apapun yang terjadi di kehidupan ini.
Scene 7
Untuk album Sebuah Harapan, tERe masih bekerja sama dengan Sarah Silaban, Eka Vandella suaminya, Denny dan Irfan Chasmala, serta Ricky FM.
Ada satu lagu di mana tERe berduet dengan Valent yaitu di lagu Mengapa Ini Yang Terjadi yang menjadi soundtrack FTV.
Di album ini banyak yang bilang tERe terkesan gothic dari segi cover dikonsep sendiri sama tERe.
Adapula yang bilang kalau tERe adalah Avril Lavigne-nya Indonesia. Tapi kalau menurut scriptwriter..ahhh nggak juga tuuh…masasiih? Coba deh cermati lagi.
Scene 8
Untuk seorang penggemar atau fans-nya tERe pasti menunggu-nunggu album selanjutnya untuk dijejerkan bersama koleksi album sebelumnya. Nah, bersuka citalah karena tERe terus berkreatifitas di industri musik Indonesia. Tahun 2005 ini tERe muncul kembali dengan album ‘Begitu Berharga’ dengan single hits ‘Dosa Termanis’ ciptaan Dewiq dan tERe. Masih juga dibantuin sama the Chasmala, Sarah Silaban, bahkan kali ini lebih luas, tERe dibantuin juga sama Riani Sovana, Wawan, Bato’ dan Iman ‘J-Rocks’.
Satu lagu yang terasa special karya Ian Antono dan Taufik Ismail, di aransmen ulang, yaitu Panggung Sandiwara. Dan untuk lagu Pasangan Sepadan menjadi salah satu soundtrack di film Dealova.
Scene 9
Well, kalau dilihat dari segi cover, kelihatannya tERe jatuh cinta sama japanese style dan olah raga taebo. Tapi covernya asik..cerah..nggak menggambarkan tERe yang selama ini terkesan gothic and gloom. Denger-denger sih tERe udah bisa lebih luas menilai hidup yang nggak dari sisi gelapnya aja. Makanya, di cover ‘Begitu Berharga’ ini BD bisa lihat tERe senyum dan tertawa. Cantik loh dia..makanya jeng..hidup ini kan indah..nggak selalu gelap..yatoohh??
Buat para tERenity (fans-nya tERe) buruan aja koleksi album ini, nggak rugi kok. dan bisa kunjungi websitenya di
www. teretorial.com
Congratulation, untuk lagu ‘Dosa Termanis’ jadi #1 di Indonesia 10 edisi 18 September 2005 ini.
Support your favourite artist on Fotis Mini.
List lagu yang diputar :
1. Sampai Nanti
2. Awal Yang Indah
3. Sendiri
4. Mengapa Ini Yang Terjadi
5. Aku Patut Membenci Dia
6. Selebihnya Dusta
7. Sebuah Harapan
8. Pencuri Hati
9. Panggung Sandiwara
10. Kala Cinta Bicara
11. Dosa Termanis
(maunya sih diputer semua tiga album..hihi tapi kebanyakan ya..jadinya lagunya bisa dijadiin backsound juga deh…)
ps. dari tiara, tolong di pin buat sissi...